Program ini membantu Husna untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, terutama untuk mengaplikasikan hasil belajar selama di kampus. “Apa yang saya lihat dan ketahui di sini, bisa bermanfaat untuk diri saya pribadi, dan apa yang saya bisa berikan kepada masyarakat, bisa bermanfaat dan bernilai ibadah,” terangnya lebih lanjut.

Rido (10), murid Kelas 4 di SDN 01 Cilayang, Cikeusal, merasa senang dan bahagia dengan kedatangan kakak-kakak mahasiswa UIN Banten. “Kalau bisa di sini-nya setahun, biar lebih lama bareng kita,” ucapnya.

Adit (11), murid kelas 5 di SDN 01 Cilayang, Cikeusal, menerangkan sebelum-sebelumnya memang sering ada kakak mahasiswa yang suka pengabdian di sini. “Kita biasa belajar bareng kakak-kakaknya. Diajari nyanyi, menggambar, baca buku, dan main bareng,” katanya.

Hayati berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, para mahasiswa lebih peka dan faham dengan keadaan masyarakat. “Ada hikmah, pengalaman dan pengetahuan yang mahal harganya, dengan kita hidup di masyarakat,” tambahnya di akhir wawancara.

Sedangkan Husna berpesan, semoga masyarakat bisa lebih rukun, terjalin rasa untuk terus saling membantu kepada sesama, perkuat gotong-royong sebagai ajang silaturahmi. “Semoga kegiatan kami, menjadi cikal bakal agar anak-anak terus semangat belajar, meningkatkan minat untuk mengejar pendidikan bagi mereka,” lirihnya ditutup dengan sesi dokumentasi.



