Rumah Dunia termasuk yang tahan badai. Sudah direncanakan sejak tahun 1990-an dengan segala keterbatasannya – try anderror, learning by doing hingga kemudian pada 1998 nama Rumah Dunia mulai disematan.
Inilah yang menyebabkan Rumah Dunia mampu bertahan. Yaitu 7 Pilar Komunitas Literasi Rumah Dunia:
1.Base camp. Kenapa penting? Saya pernah mengalaminya. Saat ditanya, sekretariatnya di mana? Ketika menjawabnya tidak jelas, maka kesan pertama: komunitas kita liar. Itu juga termasuk legal formalnya. Rumah Dunia bernaung di Yayasan Pena Dunia, ada NPWP, rekening bank, dan suka bayar pajak.
2.SDM
3.Koleksi buku
4.Program
5.Dana
6.Jejaring
7.Promosi dan Publikasi
Komitmen saja tidak cukup, tapi dibutuhkan konsistensi.

Rumah Dunia dimulai tahun 1998 dari teras rumah hingga kini bisa bertahan di areal 4000 meter persegi berkat militansi para relawannya.

Saya yakin di lokasi yang Anda kelola juga bermunculan peradaban baru berupa taman bacaan, rumah baca, komunitas atau apapun dengan karakter setempat.

Mari terus berjejaring dan bersinergi untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat di Indonesia.
Berdaya dengan buku
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025

