Di era 70-80 dan 90-an banyak perempuan yang ingin merasakan pacaran dengan penulis. Tapi ketika diajak menikah, butuh perjuangan meyakinkan orangtuanya.
Orangtua pada masa itu masih menganggap penulis itu pekerjaan mengkhayal. Tentu menantu dambaan adalah pegawai negri, mantri suntik alias dokter, tukang insinyur, dosen, dan pengusaha. Saya berusaha meyakinkan, bahwa profesi menulis adalah kerja-kerja intelektual.

Contohnya Balada Si Roy. Saya melakukan riset (lapangan dan pustaka) dan observasi selama 6 tahun, 1981-87. Hasilnya, alhamdulilla, masih dicetak ulang oleh Gramedia dengan cover berganti-ganti. Kali ini covernya poster film Balada Si Roy.


