Sejak SMP Gol A Gong sudah membaca puisi-puisi Taufiq Ismail. Siapa sangka kemudian jadi sahabat? Ketika jadi wartawan di Kelompok Kompas Gramedia (tabloid Warta Pramuka), saya pernah mewawancarai.
Kemudia pada pertemuan-pertemuan lainnya’ mulai dari Maklumat Hari Sastra Indonesia di Rumah Puisi Taufik Ismail, Padang Panjang, 2013, juga pernah mengundangnya ke Rumah Dunia. Bahkan majalah Horison yang dipimpinnya menghadiahi saya sebagai “Tokoh Sastra” pada 2013.
Saya banyak belajar kepada Taufik Ismail tentang konsistensi dan kesederhanaan. Sikapnya teguh jika melawan ketidakadilan atau ketimpangan sosial.


