Puisi Gol A Gong: Kota Tak Bernyawa

Umur saya sekarang sudah 61 tahun. Dari Sabang hingga Merauke, kota demi kota sudah aku susuri. Aku menemukan banyak peristiwa; orang-orang pergi dan pulang untuk sesuatu yang mungkin masih berupa harapan. Menyaksikan orang mengumpat, saling sikut berebut kursi, dan berlomba menertawakan kesalahan orang tanpa menyadari dirinya juga pantas ditertawakan. Bacalah:

KOTA TAK BERNYAWA

Ketika di dalam kereta, aku tak sanggup melihatmu dari jendela. Stasiun bukan lagi perhentian. Ia jadi pemberangkatan. Lihatlah, bangku di depanku kosong. Untukmu. Kau ada di peron? Bahkan senyumanmu tertelan kabut kota. Kau sibuk dengan perayaan. Pelangi telah jatuh di kota. Kau salah satu warnanya. Senyummu di setiap persimpangan. Wajahmu jadi penuh debu. Usang dalam kiasan. Sudah lama kota kita tak bernyawa. Tadinya kita akan melahirkan kota baru. Senja terlalu cepat datang. Kita bergegas ke kamar tidur. Terkurung dalam ketakutan.

*) Serang, 9/1/2016

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==