
Kami sudah kenal lama dan terakhir bertemu tahun 2016, jadi begitu ketemu pun langsung kubilang, “Ibu, boleh meluk nggak?” Hahaha. Padahal acara resmi. Haduh, maafkan aku, Ibu
Insyaallah nanti aku tulis kegiatanku bersama beliau di tulisan lain.

Aku mau cerita ini dulu, saat diajak beliau ke Kuta Mandalika sehari sebelum aku balik ke Jakarta. Tempat ini dekat dengan sirkuit Moto GP yang akan dihelat Maret nanti. Kuta Mandalika sendiri adalah pantai indah dengan pasir putih terhampar luas. Bersih banget, gaes.

Begitu turun dari mobil, kami diserbu anak-anak penjaja suvenir. Aku sih sudah berniat menyisihkan uang untuk beli gelang-gelang mereka, seorang satu gelang. Tapi ya nggak langsung beli saat itu juga. Kami kan ingin menikmati pantai dulu.

Dari beberapa sumber aku dapat info, rupanya anak-anak ini sudah mendapat pelatihan menghadapi pengunjung. Gigih sekali mereka. Simak saja sebagian kecil bombardir penawaran mereka berikut ini:

– Saya fotokan sini, Mbak, biar nanti hasilnya bagus, lebih cantik dari Syahrini.
– Saya fotokan, Mbak, bisa gaya macam-macam. Mbak cuma perlu fotografer dan pengarah gaya.
– Mau gaya menusuk bukit, mendorong bukit, atau angkat bukit, kita bisa, Mbak.
– Gaya dunia terbalik pun kami bisa.

