Allahu Akbar Paling Kencang, Buku Kumpulan Cerpen yang Mencerminkan Ketidakadilan di Indonesia

            Kedua penulis ini senapas; mereka membicarakan ketidakadilan di sebuah negeri. Kadang saya marah, ingin tertawa, geleng-geleng kepala ketika dan setelah membaca kesepuluh cerpen ini. Seolah sedang mendengarkan lagu Ahmad Albar yang berjudul “Dunia Ini Panggung Sandiwara”. Segala hal yang sudah jadi “rahahasi umum” di negeri dalam buku kumcer ini dibeberkan.

Cerpen Kisah Abdul dan Maqbul karya Kafidlul Ulum, misalnya. Saya geleng-geleng kepala. Debat kusir di café atau WAG komunitas, bahwa aparat sering menjebak korban dengan barang bukti dihidangkan di sini. Tokoh Maqbul mengalami hal sama – tanpa sepengetahuannya ada bungkusan hitam di gerobak baksonya lalu beberapa polisi meringkusnya! Begitu juga dengan tokoh Abdul, yang membeli motor kemudian beberapa olisi menangkapnya karena tidak dilengkapi surat-surat!

Cerpen “Jaksa Muntab” karya Kafidlul Ulum lebih absurd lagi. Sistem peradilan dan perilaku hakim (diwakili Jaksa Muntab) dan jaksa di negeri cerpen itu membuat kita pesimis soal penegakan hokum di peradilan Indonesia. Saya jadi teringat Baharuddin Lopa sang Jaksa Agung yang jujur, “Banyak yang salah jalan tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Beranilah yang menjadi benar meskipun sendirian.”

Cerpen “Allahu Akbar Paling Kencang” karya Khafidlul Ulum yang dijadikan judul buku kumcer sangat menohok. Tentu memiliki kadar konflik yang tinggi tentang nilai-nilai agama dan kepentingan negara. Head to head antara negara vs Islam Radikal. Ormas Islam yang selalu didentikan radikal. Saya jadi teringat penembakan 6 laskar FPI pengawal Habib Riziek oleh aparat pada 7 Desember 2020. Peristiwa paling hangat, misalnya, heboh video para santri yang menutup telinga – mereka tidak mau mendengar lagu-lagu saat menunggu giliran aksin Covid-19. Pro-kontra merespon video yang kemudian vviral ini. Padahal menurut para kiyai, “Para santri itu sedang berlatih menghapal Qur’an di lokasi yang ramai.”

Kedua cerpen A Dwi Prasetyo: Arnold Schwarzenegger-nya Indonesia dan Pengawal Tahanan mewakili apa yang terjadi hari ini di Indonesia. Cerpen “Arnold” terasa sekali menguliti fenomena literasi digital (netizen) yang sering memperbesar volume, sehingga seluruh smartphone yang berjumlah 300 jutaan di negara dalam cerpen itu bergetar hebat!

Cerpen “Pengawal Tahanan” membuat miris. Tentang terdakwa yang tiba-tiba tidak mau bicara menjawab pertanyaan hakim sehingga si hakim jadi naik pitam.

***

Kesepuluh cerpen di buku ini bagi saya sangat kontekstual – menggambarkan apa yang terjadi di Indonesia. Premanisme di ormas, korupsi para pejabat, mafia peradilan, aparat yang tidak adil memperlakukan hukuman bagi rakyat kcil tercermin di buku kumcer ini.

Lantas adakah manfaat dari membaca buku cerpen ini? Tentu tidak ada yang sia-sia dari pekerjaan membaca buku. Amanat dari sebuah cerpen tidak selalu harus disampaikan lewat tokoh-tokoh protagonist (baik) tapi juga dari para tokoh antagonisnya (jahat).

Kesepuluh cerpen di buku ini ibarat cermin untuk kita berkaca. Tentu fungsi rekreatif dari cerpen ini tidak pada memberikan perasaan bahagia dan menghibur saya tapi lebih pada fungsi moralitas, yaitu mengandung nilai moral sehingga saya bisa mengambil karakter tokoh yang baik dan membuang yang tidak baik.

Sifat kritis saya untuk mengamati lingkungan atau fenomena di sekeliling jadi terbangun gara-gara membaca buku kumpulan cerpen ini.

*) Pekalongan 22 September 2021

RESENSI BUKU: Ini adalah halaman resensi buku. Perasaanmu setelah membaca buku. Jika Anda sudah membaca buku, apa yang Anda rasakan? Tuliskan di sini. Sertakan foto diri, buat ilustrasi foto Anda dengan cover buku yang Anda resensi. Ada uang sebagai ganti pulsa sebesar Rp. 100 ribu dari Honda Banten. Kirimkan resensi Anda antara 700 – 1000 kata ke email: gongtravelling@gmail.com .

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==