Kalimat “Sendi sehat semangat goes, ya” direspons dengan “Amin”. Begitu pula dengan kalimat berikutnya. Apakah tepat?

Kita semua mungkin paham bahwa amin hampir selalu—atau selalu?—diucapkan setelah selesai berdoa, meminta-memohon kepada-Nya. Dalam aplikasi KBBI V, amin—bentuk tidak bakunya adalah amien—bermakna terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya (dikatakan pada waktu berdoa atau sesudah berdoa). Sementara kalimat 1 dan 2 saya kira bukan merupakan kalimat permohonan doa. Kedua kalimat itu bukan untuk mendoakan pendengar atau teman berbicara, melainkan untuk mengapresiasi atau memuji. Akan jadi lebih tepat jika respons yang digunakan adalah ungkapan rasa syukur seperti alhamdulillah.

Lalu bagaimana jika kalimat 1 dan 2 dianggap kalimat permohonan doa dan diaminkan oleh pendengar? Dalam konteks penggunaan bahasa tutur dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah menjumpai hal semacam itu. Agar lebih jelas, mari kita simak contoh dialog di bawah ini:

Konser Hiden Hills/foto Ade Ubaidil

“Ajarin saya main musik, dong,” kata si A.

“Jangan sama saya. Sama si C aja. Dia lebih jago,” kata si B sambil menunjuk si C.

“Amin,” timpal si C.

Dari dialog di atas, kita tahu bahwa si B sedang menginformasikan sekaligus mengapresiasi si C, bukan mendoakan si C, tetapi si C menganggapnya sebagai doa lalu mengaminkannya. Pertanyaannya: Apakah yang seperti ini boleh? Ya, boleh-boleh saja. Toh, pemahaman dan penggunaan bahasa dikembalikan lagi sepenuhnya kepada penggunanya.

Namun, jika demikian adanya, maka hal yang terjadi adalah ketaksamaan maksud antara pembicara dengan pendengar atau perespons; atau jika pembicara maupun perespons merasa tidak ada masalah dengan cara mereka berkomunikasi, bisa jadi mereka sama-sama kurang paham bagaimana sebuah kata atau ungkapan digunakan secara semestinya. Kurang-lebih seperti itulah yang terjadi pada kasus si amin pada iklan obat sendi yang kita bahas di awal.

Tulisan ini dimuat Pikiran Rakyat, Sabtu, 27 Agustus 2022

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==