Namun, kesadaran mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik, terkadang tidak diperhatikan oleh orang tua. Contoh kecil, berbagai bullying yang sering kita dengar dan baca di beberapa media. Anak Sekolah Dasar (SD) yang tega mencaci atau memukul teman, bahkan melawan gurunya sendiri. Hal-hal tersebut tidak akan terjadi, jika orang tua memberikan edukasi dan menanamkan nilai-nilai etika sejak dini.

Menurut Suherman—Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang, yang dikutip dari TribunBanten.Com periode 2023, sebanyak 72 anak di Kota Serang menjadi korban bullying di lingkungan sekolah. Anak-anak yang menjadi korban bullying akibat ulah teman sendiri memilih untuk tidak sekolah. Mereka takut dan trauma dengan aksi bullying oleh orang-orang terdekat di lingkungan sekolahnya.

Hal ini bergantung daripada kesiapan orang tua untuk menjalankan rumah tangga. Jika tidak dibekali ilmu tentang permasalahan yang ada di keluarga, maka rasa kepedulian untuk sama-sama membangun rumah yang harmonis akan hilang. Terutama sisi etika dan finansial, dua hal tersebut harus dikelola dengan baik sesuai kemampuan masing-masing.

Anak akan mencontoh apa yang ia dapat dari orang tua, pun jika orang tua merasa tidak mampu dalam mengajarkan berbagai hal, tidak sepatunya untuk menyerah dan berlepas tangan. Ia harus siap untuk belajar lebih dalam dan semangat agar terwujud keluarga yang harmonis. Bisa diawali dengan membaca buku, diskusi dengan teman yang sudah berkeluarga, mendatangi orang yang ahli atau berpengalaman di bidangnya, atau sowan kepada guru kita.

Kita sebagai orang dewasa harus ikut andil berperan membangun lingkungan yang sehat dan ramah bagi anak. Kita harus mencontoh apa yang dilakukan Mas Gol A Gong dan Mbak Tias Tatanka ketika membangun Rumah Dunia pada 1998. Mereka meniatkan Rumah Dunia adalah tempat yang sehat dan ramah bagi anak-anak. Kini didukung oleh para sahabat dan relawannya, Rumah Dunia terus berkembang menjado ruang eukasi bagi anak-anak.



