Om Arip, begitu saya memanggilnya, telah bergabung sejak 2013 setelah Ardian Je yang merupakan tetangganya sudah tinggal di Rumah Dunia lebih dulu. Dua relawan ini berasal dari sebuah kampung di relung daerah bernama Bekasi. Jangan salah, meskipun Bekasi sering diibaratkan sebuah planet oleh para julider, tapi dua warganya ini telah memiliki banyak karya sepanjang tinggal di Rumah Dunia.

Jika Om Je lebih fokus ke esai, puisi, dan prosa, Om Arip banyak berkarya di bidang musik termasuk musikalisasi puisi. Bersama Hilman Lemri Taufik Hidayatullah dan Giani Marisa , Om Arip membentuk grup musik Padu Raksa yang sering mementaskan musikalisasi puisi banyak penyair. Tentu saja termasuk puisi-puisi Toto St Radik Golagong Penulis Firman Venayaksa , relawan Rumah Dunia dan penyair lainnya.

Setiap menemui relawan yang harus keluar dari Rumah Dunia, saya dan mas Gong berharap semoga setiap hal yang pernah mereka lalui di sini dapat bermanfaat untuk masa depannya. Seperti relawan lain yang menyampaikan pesan untuk Om Arip, saya juga mengingatkan untuk tetap ingat salat, ingat bahwa hidup ini tujuannya ibadah, jadi luruskan niat, lakukan semua hal dengan tujuan ibadah. Mas Gong pun berpesan untuk selalu hormat pada perempuan, apalagi pacar Om Arip juga relawati Rumah Dunia yang kami kenal baik.

Meskipun pernah bertemu ibunya dan menitipkan untuk menjaga Om Arip, kami tidak berhak untuk menahan atau mendikte langkahnya. Paling tidak saya dulu sudah mengingatkan bahkan hampir mara-mara karena skripsi Om Arip yang nggak kelar-kelar karena asyik bermusik. Pastilah ada masalah-masalah terjadi, Alhamdulillah dibicarakan dengan baik dan selalu berakhir dengan saling memaafkan.

Buat saya, relawan di Rumah Dunia kalo nggak seperti anak ya seperti adik atau kakak, tergantung usianya. Jadilah yang seperti adik ya sering saya nasehati. Kalo yang seperti anak saya tambahin omelan kalo nggak bener. Hahaha. Biasanya sih, mereka sudah kenyang saya mintai tolong ini itu, termasuk Om Arip ini.

Makasih Om Arip sudah tinggal dan ikut mengurusi Rumah Dunia. Maaf lahir batin atas semua salah ya 🙏 Semoga Allah memberikan penjagaan setiap langkah, ucapan, dan tindakan. Ingat pesan saya waktu perpisahan, jangan lupa salat. Semoga dapat menggulirkan karya-karya yang lebih baik. 👍

Barakallahufiik🤲 – Tias Tatanka


