Menampilkan: 834 - 850 dari 2,845 HASIL

Sembako Buku di Hari Buku Sedunia

Sembako buku adalah sembako plus buku. Saya membeli paket sembako buku berupa: beras, minyak kelapa, gula, kopi, indomie, kopi, dan antara 10 hingga 20 buku. Secara random saya berikan kepada siapa saja yang saya temui di jalanan. Tentu wong cilik seperti penyapu jalan, penjaga perlintasan kereta api, pedagang keliling, pemulung, tukang parkir…

Sejarah Hari Buku Sedunia

Saya menggeluti dunia literasi di Indonesia sejak 1990. Saya membuat komunitas Cipta Muda Banten di Serang, menerbitkan koran Banten Pos (1993), Tabloid Meridian (2000), dan Tabloid Kaibon (2008), membangun komunitas Rumah Dunia (1998 hingga sekarang), jadi Ketua Umum PP Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (2010-2015), hingga sekarang jadi Duta Baca Indonesia (2021-2025). Secara konsisten bersama relawan Rumah Dunia merayakan Hari Buku Sedunia dengan meluncurkan puluhan buku.

Rekor 114 Buku Diluncurkan di World Book Day 2024

Sungguh luar biasa. Sahabat Literasi Kuningan, jauh-jauh datang dari Kuningan ke Rumah Dunia untuk merayakan Hari Buku Sedunia, 27-28 April 2024. Bagi saya, Literasi di Kuningan, terutama di akar rumput, terus bertumbuh. Kang Zeze dari TBM Hipapelnis sebagai motor penggerak literasi di Kuningan mengajak Nita Juanita – tim Kreatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Vera yang single parent dan pegiat literasi di TBM Pondok Kata RZ, , dan A’i Siti Rohanah dari Perpustakaan Desa Kertayasa.

Hari Buku Sedunia 2025

Setiap tahun kita merayakannya. Hari Buku Sedunia dirayakan setiap tanggal 23 April dan dirayakan oleh UNESCO sebagai cara untuk mempromosikan buku dan hak cipta. Tanggal ini dipilih untuk menghormati tanggal kematian beberapa penulis terkenal seperti William Shakespeare (Romeo and Juliet) dan Miguel de Cervantes (Don Quisote). Adakah manfaatnya buku buat kita?

Puisi Esai Gen Z: Dilanda Prahara

Masih suasana Hari Kartini, ya. Ikut lomba kebaya? Tidak terasa hari Rabu lagi. Saatnya Puisi Esai Genj Z beraksi. Sekarang kita mengenang gempa di Yogya dalam Puisi Esai Gen Z Edisi 16/I/23 April 2025 dengan “Dilanda Prahara” karya Aqilah Mumtaza – S-1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta, (2023). Ia terpilih sebagai Duta Puisi Esai 2025 dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==