Cerita menarik dari tongkrongan bapak-bapak guru yang membahas buku-buku inspiratif penuh refleksi di Hari Buku Sedunia.
Obrolan Seru Bapak-Bapak tentang Buku yang Menginspirasi di Hari Buku Sedunia

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Cerita menarik dari tongkrongan bapak-bapak guru yang membahas buku-buku inspiratif penuh refleksi di Hari Buku Sedunia.

Sembako buku adalah sembako plus buku. Saya membeli paket sembako buku berupa: beras, minyak kelapa, gula, kopi, indomie, kopi, dan antara 10 hingga 20 buku. Secara random saya berikan kepada siapa saja yang saya temui di jalanan. Tentu wong cilik seperti penyapu jalan, penjaga perlintasan kereta api, pedagang keliling, pemulung, tukang parkir…

Bingung bedain kata dalam bahasa Inggris yang bentuknya mirip tapi artinya beda? Yuk, pelajari perbedaan kata seperti boss vs bossy atau chat vs chatty dengan penjelasan simpel dan contoh yang relatable. Belajar jadi makin seru!

Saya menggeluti dunia literasi di Indonesia sejak 1990. Saya membuat komunitas Cipta Muda Banten di Serang, menerbitkan koran Banten Pos (1993), Tabloid Meridian (2000), dan Tabloid Kaibon (2008), membangun komunitas Rumah Dunia (1998 hingga sekarang), jadi Ketua Umum PP Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (2010-2015), hingga sekarang jadi Duta Baca Indonesia (2021-2025). Secara konsisten bersama relawan Rumah Dunia merayakan Hari Buku Sedunia dengan meluncurkan puluhan buku.

Tiga Duta Baca di Hajatan Hari Buku Sedunia. Gol A Gong (Indonesia), Rahmat Heldy (Banten), Lailatul Maulidiya Rahman (Kota Serang) . Siap-siap. Sabtu 26 April 2025, pukul 13.00 WIB di Rumah Dunia. Hajatan Hari Buku Sedunia. Dari Banten untuk Nusantara.

Ulasan dan refleksi mendalam tentang novel And Then There Were None karya Agatha Christie. Mengangkat pertanyaan filosofis tentang keadilan, moralitas, dan batas antara hukuman dan pembenaran.

Sungguh luar biasa. Sahabat Literasi Kuningan, jauh-jauh datang dari Kuningan ke Rumah Dunia untuk merayakan Hari Buku Sedunia, 27-28 April 2024. Bagi saya, Literasi di Kuningan, terutama di akar rumput, terus bertumbuh. Kang Zeze dari TBM Hipapelnis sebagai motor penggerak literasi di Kuningan mengajak Nita Juanita – tim Kreatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Vera yang single parent dan pegiat literasi di TBM Pondok Kata RZ, , dan A’i Siti Rohanah dari Perpustakaan Desa Kertayasa.

Bertrand Russell mengakui, “Pencapaian teknik pada era Islam seolah melampaui zamannya.” Buku ini bukan sekadar sejarah. Ini adalah bukti bahwa peradaban Islam pernah jadi pusat inovasi dunia.

Setiap tanggal 23 April, kami di Komunitas Rumah Dunia merayakan Hari Buku Sedunia. Tidak sekadar merayakan,buku, tapi membaca, menulis, menerbitkan, dan menjualnya.

Kenapa kita harus menulis? Artikel ini mengulas pentingnya menulis sebagai aktivitas literasi yang mencerdaskan, menyehatkan mental, dan bagian tak terpisahkan dari sejarah serta kehidupan manusia.

Jangan mengaku pegiat literasi jika hanya menggelar buku atau buka lapak buku di alun-alun atau di trotoar saat Car Free Day atau Hari Buku Sedunia. Cobalah membaca, menulis, menerbitkan jai buku, dan menjualnya. Kami di Rumah Dunia melakukannya.

Bagaimana seniman dan komunitas muda di Flores Timur menghidupkan kembali ruang publik terbengkalai menjadi ruang latihan seni dan kreativitas. Contoh nyata dari gerakan budaya yang menyala dari daerah.

Setiap tahun kita merayakannya. Hari Buku Sedunia dirayakan setiap tanggal 23 April dan dirayakan oleh UNESCO sebagai cara untuk mempromosikan buku dan hak cipta. Tanggal ini dipilih untuk menghormati tanggal kematian beberapa penulis terkenal seperti William Shakespeare (Romeo and Juliet) dan Miguel de Cervantes (Don Quisote). Adakah manfaatnya buku buat kita?

Masih suasana Hari Kartini, ya. Ikut lomba kebaya? Tidak terasa hari Rabu lagi. Saatnya Puisi Esai Genj Z beraksi. Sekarang kita mengenang gempa di Yogya dalam Puisi Esai Gen Z Edisi 16/I/23 April 2025 dengan “Dilanda Prahara” karya Aqilah Mumtaza – S-1 Institut Seni Indonesia Yogyakarta, (2023). Ia terpilih sebagai Duta Puisi Esai 2025 dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

“Diberi sehasta, minta sedepa” adalah peribahasa Melayu yang menyindir sikap tamak atau tidak tahu bersyukur. Artinya, ketika seseorang sudah diberi sedikit kebaikan atau bantuan, dia malah minta lebih besar lagi, bahkan seolah-olah tidak tahu batas.

Explore serunya Insadong di Seoul, Korea Selatan – kawasan wisata budaya yang penuh toko antik, vibes nostalgia, dan atmosfer yang tenang. Cocok buat kamu yang suka jalan-jalan santai dan cari experience yang beda!

Puisi “IKAN DALAM AQUARIUM” karya Gol A Gong ini begitu kuat dalam menyampaikan makna melalui simbolisme dan imaji. Ada pesan tentang kebebasan, mimpi, dan penyesalan yang dituturkan dengan sangat emosional. Mau kita bahas lebih dalam maknanya? Atau kamu ingin analisis gaya bahasanya?