
Jadi di 1000 hari pertama kehidupan anak itu merupakan periode emas pertumbuhan anak. Manfaatkan masa emas tersebut dengan semaksimal mungkin, beri asupan gizi yang lengkap dan seimbang mulai dari ASI hingga MPASI serta perhatikan selalu tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Saya dan istri sudah melakukan itu dengan “Generasi Jaguar” yang mengusung nilai-nilai :


- Jantan; memiliki makna berani membela yang benar, berani bertanggung jawab.
- Andal; maknanya adalah dapat dipercaya, jika memegang amanah atau tanggung jawab, semua orang percaya akan berhasil.
- Gagah; selain kuat, juga sehat jasmani dan rohani. Dia akan selalu berpikir logis jika menyelesaikan suatu masalah.
- Aktif ; selalu memiliki ide segar, inovatif, senang bekerjasama, memiliki inisistif, terbuka dengan perbedaan.
- Responsif; selalu tergerak jika melihat sesuatu yang baru, aktif terlibat dengan situasi dan kondisi, ringan tangan, suka menolong kepada orang yang memutuhkan.

Begitulah yang saya dan istri harapkan kepada keempat anak kami. Sebagai orang tua, kami mencoba memberi contoh, menunjukkan, mengarahkan, menemani, menyediakan kebutuhan mereka. Seperti Ki Hajar Dewantoro katakan, “Tut wuri handayani“.

Ki Hajar menyodorkan konsep pendidikan belajar 3 dinding. Saya sendiri korban konsep pendidikan belajar empat dinding. Saat itu kelas kita empat dinding, terkurung. Konsep Ki Hajar, “Buka satu dinding, agar anak-anak bisa melihat ke luar, menemukan realitas hidup sesungguhnya.” Literasi keluarga menuju merdeka belajar.


Itulah kemudian yang saya lakukan. Saya menjebiol satu dinding. Saya sering bolos sekolah, karena tidak pernah merasa puas terkurung di dalam empat dinding. Saya mencari dan menemukan banyak hal di luar kelas, bahkan di luar kampus. Saya bertemu banyak guru dan dosen di jalanan. Selain Bapak dan Emak, guru serta dosen, mereka juga mengajari saya “bagaimana harus hidup dengan satu tangan”.
Keempat anak kami pun serupa, menjebol satu dinding. Mereka belajar tidak hanya di rumah, tidak cukup di ruang kelas, bahkan tidak cukup di kotanya. Mereka meniatkan dirinya bertebaran di muka bumi. Inilah Literasi keluarga menuju merdeka belajar. Hasilnya :

- Nabila Nurkhalisah , 23 tahun, sedang menyusun skripsi di FISIP, Sun yat Sen Uninversity, Ghuangzhou, Tiongkok. Dia sudah menulis 8 novel. Diterbitkan Mizan.
- Gabriel Firmansyah, 22 tahun, sejak kelas 5 SD (2012) mendapat beasiswa dari Kerajaan Uni Emirat Arab. Sekarang kuliah di Muhammad bi Zayed University, Abu Dhabi. Sudah 2 album CD rap dia luncurkan.
- Jordy Alghifari, 18 tahun, awalnya bercita-cita jadi pelatih badminton di Jerman, saya juga jago badminton, pernah juara badminton orang cacat se Asia dan Pasifik pada 1986 dan 1990. Tapi sekarang menekuni film, kuliah di Akademi Film Yogyakarta.
- Natasha Azka Noorsyamsa, 17 tahun, hiomeschooling, kursus Korea, Inggris. Dia ingin kuliah di Korea, karena mengidolakan K-Pop.

Manuia hanya bisa merencnakan. Allah SWT yang memutuskan. Semoga anak-anak kami jadi soleh dan solehan. Semoga anak-anak kami sukses menggapai cita-citanya.
Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kami. Semoga keempat anak kami menjadi kebanggaan orang tua, keluarga dan tentu soleh serta solehah.
Gol A Gong


