Oleh: Zaeni Boli
Bagi bangsa Mandarin atau Republik Rakyat China, tentunya tidak asing dengan nama Mao Zedong, seorang pemimpin revolusioner yang membawa China hingga dikenal seperti sekarang. Bagi bangsa Indonesia, paham yang dianut oleh Mao Zedong dan China tentu tidak sejalan dengan ideologi yang diyakini bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, sementara mereka menganut paham komunis, yang dilarang di negara ini sejak Orde Baru hingga saat ini.
Namun, di masa sekarang, pergaulan antarbangsa hampir tidak memiliki batasan. Kita bisa melihat bagaimana teknologi dan peradaban China saat ini mampu bersaing dengan raksasa industri dunia, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan lain-lain. Hal tersebut kemungkinan berasal dari akar kebijakan China yang dirintis oleh pemimpin terdahulu, yakni Mao Zedong.
Oleh karena itu, sebagai pembaca, kita bisa mengambil intisari kehidupan dari perjuangan Mao Zedong dalam mempersatukan bangsa China melalui buku yang ditulis Nurjanah Y.A., diterbitkan oleh penerbit SOCIALITY, Yogyakarta, tahun 2020, berjudul Mao Zedong: Sebuah Biografi.

Dari buku ini, kita dapat melihat sisi lain Mao Zedong yang jarang disorot, yaitu bahwa Mao, yang dikenal sebagai pemimpin komunis China, juga seorang penulis puisi, termasuk buku Sembilan Belas Puisi Mao Zedong. Ternyata, di tengah kesibukannya sebagai pemimpin dan ahli strategi, Mao Zedong juga aktif menulis puisi, yang menunjukkan bahwa beliau memiliki keahlian di bidang sastra.
Tindakan heroik yang pernah dilakukan Mao Zedong di masa mudanya salah satunya adalah Long March, sebuah perjalanan sejauh 10.000 km yang diikuti sekitar 100.000 orang, terdiri dari 85.000 tentara dan 15.000 kader partai serta pemerintah.
Perjalanan ini dimulai pada Oktober 1934 hingga menjelang Oktober 1935. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, tetapi sebagai bentuk perjuangan pada masa itu sekaligus untuk menguji kesetiaan para pengikutnya. Dalam perjalanan Long March tersebut, mereka melewati 18 pegunungan, 24 sungai, dan 12 provinsi — perjalanan yang pastinya tidak mudah. Namun, begitulah cara Mao Zedong menguji kesetiaan pengikutnya.
Mao Zedong adalah sosok pemimpin revolusioner yang sangat karismatik dan disegani. Dalam buku biografi ini, juga diceritakan awal mula berdirinya Republik China yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan, hingga munculnya Komunis China. Mao Zedong mampu melewati semua itu dan menjadi pemimpin.

Ada banyak kisah menarik dalam buku ini yang layak dijelajahi bagi pembaca yang tertarik menyelami kehidupan Mao Zedong. Kisah-kisah tersebut dapat direnungkan dan diambil intisari kebaikannya, bahwa dari seorang pemimpin komunis pun ada teladan yang bisa diadaptasi untuk kehidupan yang lebih baik dan berpihak pada rakyat kecil, seperti kebijakan reformasi agraria dan kebijakan lain yang pernah diambil Mao Zedong untuk kesejahteraan rakyatnya.
Yang tak kalah menarik dari isi buku ini adalah ide Mao Zedong tentang Lompatan Jauh, sebuah gagasan atau mimpi dalam membangun bangsanya. Mungkin dahulu hal ini dianggap mustahil, tetapi hari ini kita bisa menyaksikan kemajuan China.
Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kita tidak boleh meremehkan cita-cita atau mimpi seseorang. Apa yang dulu dianggap mustahil mungkin bisa terjadi di masa depan, seperti yang pernah disampaikan salah satu orang terpintar di dunia, Albert Einstein, bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan itu sendiri.
Tentang Penulis:

Moh Zaini Ratuloli (Zaeni Boli) lahir di Flores, 29 Agustus 1982. Ia aktif dalam dunia sastra dan teater, pernah tampil di Festival Internasional ASEAN Literary Festival 2015, serta karyanya termuat di media cetak dan antologi, termasuk Negeri Poci, Puisi Menolak Korupsi, dan Lumbung Puisi. Sejak 2013 hingga 2017 tergabung dalam Sastra Kalimalang sebagai inventaris karya, aktif di literasi bersama Agupena Flores Timur, serta terlibat dalam Nara Teater, tampil di Pekan Teater Nasional 2018 dan Pekan Kebudayaan Nasional 2023.

RAK BUKU adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 1000 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku, penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku


