Ini foto 2004, Gabriel paling kanan

PETUALANGAN
Kembali ke jalan baru. Di pagi yang lain. Tanpa aku duga, Abi minta diantar ke sekolah, tapi tidak mau dengan mobil atau motor. Aku kaget. Kenapa? “Abi pingin jalan kaki, lewat jalan baru.”

Kakaknya sekolah pagi, jam 07.00. Abi masuk jam 09.30 WIB. Aku mengiyakan. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan emas ini. Aku bisa berangkat siang ke kantor. “Ayo, siapa takut!” kataku. Bukankah nabi Muhammad sering mengajak bermain cucu-cucunya; Hasan dan Husen? Kenapa terhadap anak sendiri aku harus pelit memberikan waktu?

Aku tidak ingin mempunyai anak yang secara psikologis jauh dengan aku sebagai ayahnya. Saat anak-anakku ngompol di pangkuanku, itu aku rasakan seolah karunia terindah dari Allah. Aku tidak akan memarahinya. Aku haya perlu mengganti pakaian saja.

Seperti pagi itu, aku mengikuti kemauan Abi, menemaninya ke sekolah dengan berjalan kaki melewati jalan baru. Abi menyandang tas ransel sekolahnya. Kami berjalan keluar dari rumah diiringi tatapan bahagia Tias. Atau lebih tepatnya tatapan “iri”. Aku bisa merasakan isi hati Tias bahwa sebetulnya dia ingin ikut bersama kami. Tapi di rumah ada Odi dan Azka yang masih harus dirawat dan ditimang. Saat berpamitan kepada kakek dan neneknya, Abi tampak antusias sekali. “Mau lewat jalan baru!” teriaknya berlari keluar dari areal Rumah Dunia. Kata ibuku, “Persis kamu!”

Jarak dari rumah ke sekolah Abi kira-kira dua kilometer. Abi dengan wajah berseri-seri berjalan satu meter di depanku. Di wajah anak keduaku itu tidak tercemin rasa lelah. Tas ranselnya yang kebesaran melompat-lompat. Bau lumpur dan hijaunya persawahan membuat hati kami terasa nyaman dan damai. Aku merasa bahagia.

Kini 2022 Gabriel sudah besar, kuliah di Abu Dhabi

Aku tidak memercayai, bahwa anak kecil di depanku itu adalah darah dagingku. Aku seolah sedang melihat “aku kecil”. Aku kecil senang bertualang. Dengan sepeda aku jelajahi kota Serang. Sekitar umur 10 tahun, aku sudah berani bersepeda ke Banten Lama, 10 kilometer utara Serang, berbekal nasi. Menginjak SMP bersepeda ke Anyer, 40 km sebelah barat Serang. Di dalam hati aku berkata, apakah Abi akan memliki darah petualangan sepertiku? Saat melihat Abi berjalan di tengah hamparan sawah, tas ransel yang melompat-lompat, aku merasa seperti sedang bertualang sewaktu muda dulu, jadi backpacker. Bisa berduaan dengan anak lelakiku sangatlah sulit, karena kakaknya pasti selalu nguntit

Rumah Dunia, Oktober 2005

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==