Setelah ishoma, sesi terakhir, pukul 13:00 – 15:00 WIB adalah simulasi. Peserta sebanyak 40 orang dibagi 4 kelompok. Mereka ditugaskan membuat nama taman bacaaan dengan filosofi, visi-misi, maskot, mars, dan video kampanye membaca dan menulis selama 1 menit.

Para peserta sangat antusias. Dua jam berlalu tanpa terasa. Masing-masing kelompok memaparkan nama taman bacaan dengan filosofi, visi-misi, maskot, dan marsnya.

Kemudian menyusun program ramah anak, dan membuat video kampanye membaca dengan durasi 1 menit.

Gong juga menyisipkan literasi digital ramah anak. Yaitu aplikasi Sekolah Enuma Bahasa Indonesia. “Bisa diunduh di playstore atau aplikasi lainnya. Gratis. Bagus untuk anak-anak yang suka main game. Ini game rekreatif dan edukatif,” Gong memberi tahu. Tambah Gong, “Anak-anak dikenalkan ke suara, warna, bentuk dan huruf dengan cara bermain.”

Tentu hadiah dari Sekolah Enuma berupa buku, gelas mug, dan goodie bag dibagikan. Para peserta happy.

Di akhir acara, Gong berpesan bahwa mengelola taman bacaan itu harus dengan cinta. “Tidak bisa sekadar latah atau ikut-ikutan. Dan tentu komitmen saja tidak cukup. Harus konsisten.” (*)
Tim Golagongkreatif dot com



