Bayangkan, menurut Perpusnas RI: 1 buku ditunggu oleh 90 orang. Jadi, bukan pada kita yang minat bacanya rendah, tapi bukunya sedikit. Itu sebabnya buku bajakan merebak.

Ketika saya safari literasi ke NTB, NTT, Makuku, dan Papua, masalah mendasar adalah:
1. Distribusi buku tidak merata
2. Akses ke perpustakaan sulit
3. Kepala Dimas yang merasa dibuang


Halaman: 1 2

