Kota yang kita sayangi kadang dirusak oleh satu golongan, segelintir orang dengan satu kepentingan besar, yaitu memperkaya diri dan melanggengkan kekuasaan.
Puisi Gol A Gong: Kota yang Ditinggalkan Penghuninya

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Melukis kata

Kota yang kita sayangi kadang dirusak oleh satu golongan, segelintir orang dengan satu kepentingan besar, yaitu memperkaya diri dan melanggengkan kekuasaan.

Terima kasih, Kang Mukti. Semoga di sana yang dipenuhi bidadari dan sungai air susu, bisa menikmati kopi dan menyanyikan lagu ini lagi. Alfatehah…

Air Mata Kopi adalah buku puisi yang ditulis Gol A Gong. TErmasuk 10 besar Hari Puisi Indonesia 2014. Puisi yang berjudul “Penguasa Malam” digubah oleh Edelweis Basah. Selamat menikmati, segera juga kopinya diseduh.

Inspirasi menulis puisi bisa dari mana saja. Ekspresikan dirimu untuk hal-hal pentingdi di sekitarmu. Ayo, menulis puisi.

Juni yang hujan itu Sapardi. Juni yang kopi, itu kataku. Ada apa dengan Juni dan kopi? Nikmati saja puisiku ini.

Pisang merupakan komoditas pertanian yang paling banyak diolah menjadi berbagai macam olahan makanan maupun minuman.

Palestina harus diselamatan. Kita doakan ada orang yang membunuh Benjamin Netanyahu dengan tidak hormat di jalanan Israel.

Laut dan nelayan ibarat 2 sisi mata uang. Kau berada di sisi yang mana?

Gaza penuh darah sekalihus inspirasi bagi para penulis. Pena dengan tinta penuh darh digoreskan sebagai bentuk perlawanan pada zionis Israel.

Tamu datang tak diundang malah mengundang teman-temannya. Dia tidak mau pergi tapi balik menguasai rumahnya. Itulah Israel.

Rumah Kita adalah puisi karya Tias Tatanka dengan makna kelokalan, yaitu Banten. Tapi itu bisa saja tentang anak-anak di kampung kamu, di kampung besar bernama Indonesa.

Banten dalam puisi, Banten dalam pikiran kita, kapan bisa bangkit dalam keterpurukan?

Jika aku gelisah, maka kutulis puisi. Leat kata-katalah aku melakukan perlawanan.

Puisi jangan hanya dinikmati oleh penulisnya, tapi juga pembacanya. Saya sedang belajar ke arah itu.

Segeralah teguk kopimu itu sebelum penguasa malam merebutnya.

Setiap musim kemarau,kita sering memanggil-manggil kodok agar hujan turun.

Pohon, kita sekarang butuh pohon. Bumi makin panas. Bacalah puisiku ini: DI BAWAH POHONPuisi Gol A Gong Di bawah pohon datang masa lalukepadaku yang menikmati …