Punyakah kamu rumah? Rumah yang sebenar-benarnya? Rumah yang membuatmu bahagia setelah lelah seharian?
Puisi Gol A Gong: Rumah

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Melukis kata

Punyakah kamu rumah? Rumah yang sebenar-benarnya? Rumah yang membuatmu bahagia setelah lelah seharian?

Bumi makin panas. Pohon-pohon yang rimbun ditebangi berganti tembok beton dan lampu neon.

Sebelum Banten, kiyai, jawara, dan santri kental sebagai pengusaha. Setelah provinsi pada 2000, mereka masuk ke politik dan mendominasi.

Gol A Gong akan bertanya ini-itu kepada orang-orang. Seperti ketika di Magelang, dia tertarik dengan patung Pangeran Diponegoro yang ikonik kemudian jadilah puisi Telunjuk Pangeran Diponegoro.

Puisi Gol A Gong: Aku Ingin Pulang

Puisi Gol A Gong: Aku Ingin Melupakanmu

Puisi Gol A Gong: Mengalah Kepada Semut

Puisi Gol A Gong: Pelangi Muncul Ketika Hujan Reda

Puisi Gol A Gong: Tadi Malam

Puisi Gol A Gong: Matahari di Dalam Impian

Puisi Gol A Gong: Mati Berkali-kali

Puisi Gol A Gong: Kota-kota Kita

Puisi Gol A Gong: Mencari Pelangi

Pesta Puisi Pengusir Lelahku Ketika Safari Literasi Sebagai Duta Baca Indonesia

Puisi Gol A Gong: Kau Menungguku

Menangkap Senja

Puisi Gol A Gong: Orang-orang Tertindas