Masa lalu kadang indah untuk dikenang, tapi takut untuk diulangi. Ketika di masa kini, ita kadang tidak pernah berpikir, bahwa apa yang kita lakukan akan jadi kenangan di masa depan. Bacalah puisiku ini:

TADI MALAM
Matahari datang kepadaku tadi malam, membawakan pesan agar aku segera meninggalkanmu. Langit terbakar cemburu, karena bumi tak pernah lagi mengirimkan berita cuaca. Semua duduk di meja bundar, menghapus pelangi dari langit. Itu atas perintahmu, padahal anak-anak kita berharap bisa menari bersama hujan.
Tadi malam kutuliskan isi hatimu dengan darah. Berharap dokter datang tanpa membawa resep, karena kutahu banyak pasien miskin lebih membutuhkannya. Jadilah jalan setapak di hutan, membawa kebahagiaan ke telaga warna. Cahaya matahari memantulkan harapan di permukaannya. Aku duduk di tepian dengan senapan, menunggu angsa untuk menu makan malam.
*) Serang, 9/5/2017



