Aku tentu prihatin dengan Gaza di Palestina – tanah para nabi di sini. Tapi aku hanya bisa berdo’a dan menulis puisi. Ini puisi aku tulis 9 tahun lalu. Bacalah:

GAZA
tanah kering digali
basah rumahku
bertabur air mata
walau belum selesai
lorong gelap telaga
kau tersenyum
darah
harum minyak wangi
ditukar seikat mawar
berkawat duri
*) Serang, 15 Agustus 2014


