Suatu hari kamu datang meminta tolong kepadaku, “Aku menginap semalam di rumahmu, ya!” Semalam, lancar. Dua malam, baik. Malam ketiga, dia membawa teman tanpa permisi dan minta dimaklumkan. Hari berikutnya, temannya membawa teman lagi. Terus mereka minta izin kepadaku akan merayakan ulang tahun. Mereka mengundang teman-temannya. Setiap hari ada saja temannya yang berpesta, sehingga aku si pemilik rumah terusir. Begitulah Israel memperlakukan tuan rumah, Palestina. Bacalah puisiku ini:


Halaman: 1 2

