Cerpen Penyair Besar, Penyair Kecil Karya Budi Darma, Kritik Tajam bagi Si Penjiplak

Penyair kecil bilang bahwa sekarang ini banyak orang pengecut. Penyair besar ingin tahu apa maksudnya? Lalu penyair kecil mencari salah satu sajaknya. Dan setelah ketemu, dibacalah sajak tersebut dengan keras.

Kalau merahputih berkibar-kibar
Aku punya hati berdebar-debar
Aku tidak peduli gengsi para pemimpin
Yang berkoak-koak mencari angin
Menelantarkan kibaran merahputih
Aku ganyang mereka sampai hancur
Meski ada yang memburu-buru di belakangku
Aku mau seorang ‘kan merayu

Penyair besar kemudian meminta penyair kecil untuk berhenti membaca sajak itu. Penyair besar masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud pengecut itu. Maka penyair kecil bersemangat menjelaskannya.

“Yah, sajak ini adalah sajak yang bersemangat. Sajak ini adalah sajak tajam. Kau tahu apa yang diperbuat oleh Jassin ketika sajak ini kukirimkan di majalah Sastra? Kautahu? Jassin menolaknya. Ya, Jassin menolaknya mentah-mentah. Aku tahu apa sebabnya. Sajakku ini sangat tajam, sebab sajak ini mengkritik pemimpin-peminpin kita sekarang yang korup. Tapi Jassin tidak berani memuat sajak ini, takut kena tendang pemimpin-pemimpin. Kautahu siapa Jassin itu? Jassin adalah pengecut, terbukti dia tidak berani memuat sajakku yang tajam ini.” (Hal 26-27).

Penyair kecil teus saja bicara. Sementara penyair besar nampak berpikir, kiranya untuk mecari jawaban yang tidak membuatnya sakit hati, tapi hal ini mesti diluruskan.

Penyair besar mengutip perkataan Sapardi Djoko Damono yang pernah diucapkan kepadanya. “… Kalau kauijinkan aku mengutip pendapat Sapardi Djoko Damono yang pernah diucapkan kepadaku, dan kalau kutipaanku ini tidak keliru, sajak semacam sajakmu yang terakhir itu adalah hasil karya orang yang ditelan.”

Penyair kecil tidak mengerti dengan maksud hasil karya orang yang ditelan itu. Kemudian penyair besar menjelaskannya.

“Ya, maksudnya begini, penyairnya pura-pura bersemangat, tapi tentang semangat yang sebenarnya perlu diragukan.”

Dibilang demikian, wajah penyair kecil berubah. Tapi penyair besar tidak mau memperhatikannya. Ia lantas melanjutkan obrolannya itu. Penyair besar memberitahu bahwa–ini pendapat pribadinya–pada kalimat ‘Meski ada yang memburu-buru di belakangku’ itu salah satu sajaknya Taufiq Ismail. Dan pada baris terakhir ‘Aku mau seorang ‘kan merayu’ adalah jiplakan sajaknya Chairil Anwar yang dihilangkan negasinya ‘tak.

Mereka pun sama-sama terdiam. Tapi, beberapa saat kemudian penyair kecil malah menyodorkan lagi sajak-sajaknya. Seolah peristiwa tadi, nasehat-nasehat yang diberikan oleh penyair besar tak didengarnya.

Hingga larut malam, penyair kecil tak peduli dan terus mengajak penyair besar mengobrol. Padahal penyair besar sudah mengantuk. Karena besok ia akan memberikan ceramah.

Kesabaran penyair besar pun mulai hilang. Ia lantas berkata kepada penyair kecil:

“Tapi ini sudah larut malam. Mengapa kita tidak tidur saja? Kau perlu istirahat dan aku perlu membaca sekali lagi pokok-pokok ceramahku besok, lantas istirahat.” Tapi penyair kecil seolah-olah tidak mendengar perkataan penyair besar ini.

Begitulah akhir cerpen PBPK. Membaca akhir cerpen ini saya dibuat jengkel sendiri dengan sikap penyair kecil yang tak peduli bahwa lawan bicaranya sudah mengantuk karena sudah larut malam.

Tentang karakter penyair kecil, apakah Anda pernah menemukan orang seperti itu? Atau jangan-jangan penyair kecil ini adalah teman Anda? Siapa pun ia, rasa-rasanya cerpen ini menjadi kritik yang sangat pedas, kritik yang sangat tajam bagi mereka yang bersemangat menulis sajak (atau menulis apapun) tapi lupa dengan kaidah-kaidah atau rambu-rambu dalam menulis itu sendiri. Bahwa haram hukumnya menjiplak tulisan orang lain.

Barangkali lewat cerpen PBPK ini, kita bisa bercermin dan berhati-hati dalam menulis. Pastikan itu adalah tulisan kita sendiri. Coba tanyakan lagi pada diri sendiri dengan jujur, apakah tulisan kita hasil plagiat atau bukan. Salam.

Kibin, Agustus 2022

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==