Karya Rizky Alvian.
Selepas pulang kerja, Junaid menghampiriku bersama istrinya, Ika, yang tamatan SMA. “Saya dengar-dengar di kantor bupati ada seleksi untuk masuk ASN. Kau kan wartawan, tentu banyak kenalan di pemerintahan, bukan?”
Belum sempat aku menjawab, Ia langsung menyambar. “Bisakah kau memberi ‘jalur cepat’. Supaya Ika bisa menjadi ASN tanpa harus mondar-mandir mengurus administrasi yang bertele-tele itu. Tenang! Untuk pelicin, saya bisa jual petak sawah di kampung. Jika masih ragu juga, orang tua Ika siap menggadaikan sertifikat tanahnya.”

Halaman: 1 2

