Dari Menanam Pohon Hingga Membacakan Buku Cerita di Rumah Dunia

Ketika aku menyirami pohon-pohon itu, aku teringat tahun 2000-an di awal Rumah Dunia berdiri. Anak-anak kampung bergelayutan di pohon jambu batu, mengambili buahnya – tidak peduli sudah matang atau masih mentah. Mereka menggerogotinya.

“Masih mentah,” kataku.
“Lapar, Pak.”

Setelah itu, istriku menyuguhi mereka dengan kue-kue agar mereka mau membaca. Ketika anak-anak kampung mendengar kabar, jika datang ke Rumah Dunia untuk membaca disuguhi kue-kue, maka berdatanganlah mereka.

Kini banyak pohon ditanam di Rumah Dunia. Pohon bambu, jati, Angsana, mangga, sawo. Setiap Minggu pagi ibu-ibu membacakan buku cerita kepada anak-anaknya. Setiap Hari Besar Nasional selalu ada perayaan dengan goodie bag berisi makanan. Udara terasa sejuk dan merkea kerasan.

Begitulah, kenapa hingga sekarang Rumah Dunia masih sanggup bertahan, dari era kertas ke digital, strategi menyuguhi kue inilah resepnya.

Terima kasih kepada semua yang selalu mendukung Rumah Dunia.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==