Saat kembali ke dapur, aku mikir lagi asupan makanan pagi buat hubby. Dahlah, yang mau makan aja nggak kepikiran, ini bininya sibuk sendiri. Hahaha. Ya gakpapa, akunya suka melakukannya. Semoga jadi ibadah, insyaallah. 🤲
Lihat beras di kotak penyimpanan, aku jadi ingat sehari sebelumnya ART-ku mengeluhkan harga beras naik. Untunglah ingatnya ke situ, bukan ke Jaka Tarub yang menyembunyikan kostum bersayap milik Dewi Nawang Wulan. 🤣 Aigooo..

Aku mengambil setengah gelas beras sambil memikirkan mau bikin bubur apa nantinya. Yang penting bergerak dulu aja, haluskan beras lalu masak dengan air agak banyak untuk dibuat bubur nasi. Saat membuka freezer masih ada stok daging sapi purakan sedikit. Air, beras halus, dan daging kupanaskan dengan api kecil. Selanjutnya, sambil menunggu bubur masak, apa lagi kalau bukan cek ponsel. 😂
Setengah jam kemudian aku ambil daging purakan, iris kecil, lalu blender sampai halus. Masukkan lagi hasilnya ke bubur nasi yang permukaannya menggelegak seperti semangatku. Wkwkwk.

Akhirnya bubur pun jadi. Aku tambahkan garam agak banyak karena kemarin diprotes hubby yang bilang buburnya hambar. Hahaha. Aku memang tidak suka terlalu banyak garam, kalau kurang asin tinggal tambahkan saja.
Mau nulis tutorial bikin bubur daging aja segini panjangnya, gais. 🤣


