Si teteh bercerita ada acara Rebo Wekasan dan warga diminta menyumbangkan makanan di masjid. Mereka berdoa bersama untuk keselamatan diri dan semesta. Setelahnya makanan dibagi rata. Nah si teteh membagikan seperlima bacang buatannya untuk diantar ke rumah. Sebenarnya ada satu lagi kiriman lontong dari teteh asisten satu lagi, tapi aku lupa memotretnya.

Rebo Wekasan adalah tradisi masyarakat di hari Rabu terakhir di bulan Safar, dan persiapan memasuki bulan Maulud. Doa tolak bala dilangitkan agar seluruh warga terhindar dari marabahaya, penyakit, dan hal-hal buruk lainnya. Selain itu harta yang dimiliki dibersihkan dengan sedekah yang diwujudkan menyumbangkan makanan ke masjid dan didoakan bersama.

Dahulu aku menentang acara-acara tradisi yang terkesan menuntut orang untuk berbagi. Beberapa kali didatangi orang yang meminjam uang untuk membeli bahan makanan, yang kemudian disumbangkan ke sekelompok pendoa dari kampung lain.

Aku pernah menyarankan jika tidak mampu ya jangan menyumbang daripada memaksakan diri berutang. Namun, beberapa orang yang kutemui bilang, jika tidak ikut memberi sumbangan akan dijulidin masyarakat sekitar.


