Atau beberapa kali ada yang dengan bercanda, “Tanda tangannya bisa nggak dengan tangan kiri?”
Oh, tidak apa-apa. Saya tidak akan pernah marah untuk pertanyaan sepert ini.

Aku ingat ketika kecil. Bapak bilang, “Jika ada yang meledek, mencandai, atau mengejekmu, jawab dengan senyuman. Lebih utama, jawab dengan prestasi. Jangan marah, karena kenyataannya tanganmu memang satu.”

Dan ketika mereka bertanya kepadaku, “Apa manfaat dari membaca?”

Jawabku, “Coba, angkat tanganmu! Lihat taku! Tanganku cuma satu! Tangan kiriku diamputasi sebatas sikut tahun 1974. Saat itu umurku 11 tahun, kelas 4 SD di Serang, Banten . Jika saat itu Bapak tidak menyuruhku membaca, mungkin sekarang aku jadi pengemis.”

Jadi itulah alasannya kenapa taglineku sebagai Duta Baca Indonesia: Berdaya dengan Buku! Literasi baca tulis itu membawa banyak manfaat kepadaku. Kata Rano Karno alias Si Doel, “Tak ada pekeraan yang sia-sia dari membaca.”

Jadi, masih bertanya lagi, “Apa manfaat dari membaca?”
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
“Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”.



