Essay: Pintu yang Membuka Pengembaraan

Tempat ini di areal dalam Rumah Dunia, tanah pribadi seluas 1000 M2, Kota Serang, Banten. Dibelah dua, yang 500 M2 untuk mess relawan Rumah Dunia. Tempat yang dibangun perlahan, menyesuaikan ketebalan dompet. Hahaha. Banyak drama selama pembangunannya yang membuat kami belajar lebih keras menjadi manusia lebih baik. 😂

Alhamdulillah sampai juga ke tahap ini, di mana ruang-ruang berpintu dan berjendela. Bahkan sedikit lagi selesai pun ada hal yang membuat aku kecewa dan ingin marah-marah. Tapi aku orang yang selalu belajar mengelola kemarahan, jadi ketika menemui hal yang mengecewakan ya pada akhirnya woles aja. Ketika sampai ke ingatan bahwa itu cuma benda duniawi, sudahlah terima saja.

Untungnya itu urusannya sama aku, bukan klien. Kalau terkait klien ya aku bakal urus sampai bener. 😂 Tapi serius, saat aku kecewa dan marah-marah itu sebenarnya aku pengin ketawa karena drama ini kejadian juga. Cuma hubby udah keburu kesal dan balik memarahiku. Akhirnya aku cium punggung tangannya sambil bilang, “Udah, gakpapa, masalah selesai, aku bisa terima.”

Ya memang secepat itu penerimaanku, karena aku yakin hubby juga nyesek ketika drama itu terjadi. Mungkin ia sudah menduga bininya bakal ngamok. Hahaha. Aku bukan orang yang suka mempersulit hidup, baik hidup sendiri maupun orang lain. Dahlah, bebasin dari beban-beban atas nama sempurna dan nilai plus, apalagi estetika. Lebih penting adalah mengisi hari-hari dan eksistensi tempat.

Aku sebenarnya tipikal yang bisa kerja di mana pun, jadi selama ini nggak pernah masalah dengan tempat. Tapi sama hubby disediakan tempat buat ngantor di sini, biar ritme kerjaku lebih teratur. Juga biar kalau ada yang cari aku tuh lebih gampang. Maksudnya beliau kalo lagi kerja dan perlu bantuanku jadi gampang manggil. Hahaha. Masya Allah, allahumma baarik ‘alaih. Makasih ya, mas yayang aa bebeb kakang prabu penguasa hatiku.🫶

Begitulah sekarang aku punya tempat sendiri untuk berkarya. Sebuah ruang berpintu yang tidak membatasi pikiran. Pintu-pintu yang masih membuatku punya kebebasan. Insyaallah. 🙏

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==