Gelap.
Perempuan itu membuka matanya perlahan, napasnya memburu. Kepalanya berdenyut hebat, dan dunia berputar tak karuan. Aroma besi dan karat menusuk hidung, bercampur dengan bau amis yang samar. Ia mencoba bergerak—namun hanya tubuh bagian atasnya yang bebas. Kakinya terikat rapat, terasa mati rasa. Ia menggapai sekitar dan menyadari satu hal: ia terjebak di dalam bagasi mobil.
Darah mengering di lengannya. Bercak merah yang lengket menempel di baju, di wajah, dan di rambutnya yang kusut. Ia tidak tahu bagaimana bisa sampai di sini. Tidak ada ponsel. Tidak ada cahaya. Hanya ruang sempit, udara yang makin menipis, dan ketakutan yang mencengkeram.
Ia menjerit. Pukulan-pukulan tangannya menghantam tutup bagasi dari dalam, dentuman logam yang menggema di tengah malam yang sunyi. Tidak ada jawaban. Tidak ada suara. Hanya senyap yang menelan rintihannya.
Tiba-tiba… ia menoleh.
Matanya melebar. Sebuah tubuh laki-laki terbaring di sisinya. Diam. Penuh darah. Wajahnya masih muda—mungkin dua puluh lima, tapi lehernya nyaris tak bernyawa. Sorot matanya yang kosong menatap lurus ke langit-langit bagasi, seolah menyaksikan sesuatu yang mengerikan.
Ia menjerit lagi, lebih keras, sampai tenggorokannya terasa robek. Jantungnya menghentak liar. Kakinya mati rasa, keram. Setiap tarikan napas seperti menusuk paru-parunya. Tak ada jalan keluar. Tak ada waktu. Ia menunggu maut, atau keajaiban—mana yang datang lebih dulu.
Lalu… suara.
Dan sebuah langkah kaki.
Ia menahan napas. Ada yang datang. Suara perempuan, samar.
“Halo? Ada orang?”
Dengan sisa tenaganya, ia menjerit, “Tolong! Aku di dalam bagasi! Seseorang menculikku!”
Langkah itu mendekat. “Ya Tuhan… aku dengar suara! Tenang! Aku… aku akan bantu!”
“Cepat! Aku tak bisa bernapas!”
“Aku nggak tahu cara bukanya—tapi aku lihat ada sekop di garasi kosong di sana! Tunggu sebentar! Aku akan kembali!”
Beberapa detik kemudian, dentuman keras menghantam tutup bagasi. Sekali. Dua kali. Tiga—klik. Tutup bagasi terbuka.

Udara dingin malam menyergap wajahnya. Ia terisak, menggigil, lalu memeluk perempuan itu erat. “Terima kasih… telepon polisi… cepat…”
Perempuan penolong itu mengangguk panik, menarik ponsel dari sakunya. Namun tepat saat ia menekan tombol…
BUGG!
Sebuah sekop menghantam kepala perempuan itu.
Ia jatuh terduduk, darah menetes dari pelipisnya. Matanya membelalak tak percaya.
Perempuan yang baru saja ia selamatkan berdiri di atasnya, menggenggam sekop dengan tangan berdarah. Senyum dingin perlahan mengembang di wajahnya.
“Apakah kau merekamnya?” tanyanya tenang.
Mayat lelaki itu bangkit perlahan, membuka matanya yang tadi kosong. Ia menyeringai. Di dadanya, kamera kecil merekam dari awal.
“Jelas sekali,” jawabnya. “Sudutnya sempurna.”
Perempuan itu tersenyum, lalu menyeret tubuh penolong yang lemah dan pingsan ke dalam bagasi, Ia menutup bagasi dengan tenang, menyeka darah dari wajahnya.
“ Kita harus berganti tempat, dan pastikan rekaman kali ini lebih tajam,” katanya sambil masuk ke kursi depan.
Temannya mengangguk. “Darkweb selalu haus konten baru.”
Mobil melaju, meninggalkan tempat sunyi itu. Dalam gelap yang kembali menelan mereka, hanya kamera kecil yang masih menyala—merekam segalanya, dan menembus malam yang semakin dingin. Penderitaan nyata tetap jadi hiburan murah bagi orang-orang jahat. (*)


TENTANG PENULIS: Saya, Bulan Maulida Islami (dengan nama pena maudyphoenix), adalah penulis dan kreator film berusia 25 tahun serta ibu dari dua anak. Sejak sekolah, saya telah menulis 17 naskah drama dan teater, dan aktif mengikuti berbagai lomba sastra yang sebagian besar saya menangkan. Saat ini, saya aktif menjadi creator riview film di Instagram dan TikTok, serta aktif menulis novel yang sedang saya kembangkan dengan mengangkat tema psychological thriller dan misteri , see u in social media! @Maudyphoenix

FIKSI MINI hadir setiap minggu mulai Juni 2025. Terbit hari Senin. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke gongtravelling@gmail.com, subjek: fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp. 100.000,- dari SIP Publishing. Selamat menulis. Jika ingin melihat fiksi mini yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:



