Dua pemateri ini menyampaikan motivasi kepada para siswa, terkait penemuan-penemuan tokoh dunia yang berawal dari hal kecil dan pada akhirnya bisa menjadi hal besar yang berguna bagi umat manusia.

Seperti yang disampaikan Gol A Gong, penulis buku Balada Si Roy—dia mengatakan bahwa tokoh besar yang ada di dunia maupun Indonesia menemukan segala sesuatu dari imaginasi yang dulu dianggap biasa.

“Lihat Nikola Tesla, James Watt, kemudian di Indonesia ada Habibie, Mas Menteri (Nadiem Makarim), dan penemu Bukalapak—itu mereka berangkat dari penemuan imaginatif yang kecil, tapi hasilnya luar biasa,” jelas Gola Gong.
Gol A Gong berharap kepada para peserta seminar pelajar Banten yang nantinya akan mengikuti lomba AHM BEST STUDENT agar bisa terpacu untuk membuat suatu penemuan yang kecil tapi bisa menjadi mahakarya.

Selain itu, ayah dari empat anak ini juga menyampaikan kepada peserta seminar untuk berhati-hati dalam memilih teman, sebab itu bisa menentukan nasib di masa yang akan datang.

“Saya memang berteman dengan para preman, tetapi itu berjarak. Kalau kita berteman dengan penjual parfum maka akan kecipratan wanginya. Itu kata Umar bin Khattab,” terangnya.

Dia juga menyampaikan agar anak muda terus dekat dengan buku dan harus tetap bisa beradaptasi dengan media sosial. Bahkan Gong mengatakan bahwa dirinya memiliki berbagai platform aplikasi.
“Saya punya YouTube, Website, TikTok. Saya bisa beradaptasi walaupun disebut sebagai generasi digital imigran. Nah, anak sekarang itu harus bisa memanfaatkan handphone untuk belajar. Jangan dijauhi handphonenya,” katanya.

Sementara itu, Firman Venayaksa menyampaikan metodologi penulisan ilmiah yang sesuai dengan penelitian lomba di agenda mendatang. Dia juga menjelaskan bahwa tokoh seperti Isaac Newton menemukan hal kecil.
“Semua orang menganggap bahwa apel jatuh ke bawah itu hal yang sangat biasa, tetapi Isaac Newton tidak. Dia mengkajinya dan menemukan hukum gravitasi—yang kita pelajari sampai sekarang,” jelas Firman yang juga dosen di UNTIRTA.

Firman memanggil Farras Tsany Budhihartati siswa SMAN 1 Rangkasbitung yang juga menjuarai AHM BEST STUDENT tahun lalu. Dia mengatakan bahwa penemuan Farras sangatlah sepele, yaitu tebu telur yang jadi abon.

“Semua orang memandang tiwu endog itu untuk tumis doang ternyata bisa dijadikan abon. Semoga setelah acara ini adek-adek semua bisa menemukan hal yang sepele menjadi luar biasa—seperti para penemu dunia,” pungkas Firman. (Rahman)



