Cerita Dramatis Menghantar Gol A Gong ke Bandara Soekarno-Hatta

Aku ingin bercerita bahwa malam tadi saat menghantarkan Gol A Gong beserta teamnya, kami diliputi sebuah dramatisme yang kebangetan.

Dramatisme itu dimulai oleh Setiawan Jodi, yang menyupuri mobil, kelimpungan menempelkan kartu e-toll. Padahal, portal sudah terbuka dan lampu sudah hijau tapi Jodi, tetap saja menempelkan kartu e-tollnya. Dan tentu saja itu menjadi bahan tawaan kami.

Selepas mentertawakan Jodi, kami mengobrol apa saja yang berkaitan dengan dunia kreativitas sampai ke sejarah. Namun, suasananya itu pada akhirnya berhenti setelah kami mendapati kenyataan bahwa tol Serang mengalami kemacetan yang parah.

Satu jam setengah kami terjebak di tol. Gol A Gong panik bukan main, nampaknya dia khawatir ketinggalan pesawat. Pada akhirnya, Rudi, memerintahkan Jodi untuk keluar dari tol.

Jodi dipaksa sedikit menekan pedal gas oleh Gol A Gong untuk mengejar waktu. Pasalnya, keberangkatan pesawat pukul 01:00 dan kami masih bertahan di daerah Serang pukul 22:00—kalau tidak salah namanya Kibin.

“Tuh, mobil Jala Bhakti aja keluar. Harusnya dia di tol,” kata Rudi.

Gol A Gong dan Rudi mengarahkan Jodi untuk masuk tol kembali, tepatnya di Gerbang Tol Cikande. Beruntung, jalanan tidak begitu ramai. Jodi, bisa menekan pedal gas dengan kecepatan 70-80km/jam.

Walaupun begitu, Gol A Gong masih menggerutu, sebab ia merasa dirugikan saat masuk Gerbang Tol Timur. “Harusnya di gerbang tol diberi plang ‘sedang macet’. Dirugikan ini!” kata Mas Gong.

Kami terlambat membaca informasi di internet yang memberikan bahwa di Tol Serang Timur sedang ada uji beban di Jembatan Ciujung arah Jakarta. Menurutnya informasi yang saya dapatkan, uji beban ini berlangsung pada 19-20 Juli 2022. Tapi macetnya sudah lebih dulu.

Karena Jodi diperintah sedikit buru-buru akhirnya kecepatan menembus 100km/jam. Mobil bergetar, dan Gol A Gong memperingati agar hati-hati saat berkendara.

Di waktu yang sama, Sueb sedang tidur pulas. Dia hanya sesekali menyahut obrolan dan lebih banyak menghabiskan waktu di alam mimpi. Maklumlah, Sueb sangat capai karena seharian ngonten bareng Jodi. Kalau Jodi sudah tidak lebih awal sebelum berangkat.

“Opik dan Rudi nanti turun langsung ambil troli. Saya telpon Rizky,” kata Gol A Gong memerintah untuk bersiap-siap.

Sialnya, kami juga terjebak macet di Gerbang Tol Cikupa. Lumayan menghabiskan waktu yang lama di kemacetan ini. “Sepuluh menit macet di sini, haduuuh,” Gol A Gong mengeluh.

“Santai mas, santai,” Jodi menimpali.

Aku menghitung sudah 30 menit di Gerbang Tol Cikupa. Bayangkan, pukul 23:17 WIB kami masih dalam kemacetan Gerbang Tol Cikupa. Astaga, aku sudah sangat muak ikut suasana panik yang dialami oleh Gol A Gong dan teamnya.

23:22 kami bisa melewati kemacetan di tol Cikupa. Akhirnya, Jodi dengan leluasa menekan pedal gas. Mobil meraung dengan keras dan kecepatan kembali menyentuh 80-100 km/jam. Dalam hati, aku selalu khawatir mampus—membayangkan menabrak trotoar seperti yang dialami oleh almarhumah Vanessa Angel.

Aku bersahadat dalam hati. Semoga dengan demikian bisa mati syahid pikirku. Astaga, aku masih punya hutang 800 ribu ke paman bekas print skripsi. Nampaknya tidak jadi syahid. Kacau sekali pikiran semalam itu.

Tidak lama, kami sudah berada di Banda Utama 2, yang artinya Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat dekat. Tapi tunggu, sedari tadi Gol A Gong ribut soal jalan cagak. Ini karena ia khawatir salah jalan. Beruntung, cagak itu ditemukan.

Mobil sedikit dipelankan karena mencari titik pemberhentian. Aku lupa namanya, kalau tidak salah di terminal 2E. Nah, itu di depan sudah terlihat. Aku bersiap-siap untuk menurunkan barang-barang Gol A Gong dan teamnya.

Yap, sampai. Aku bergegas turun. Mengangkut beberapa koper dan menaikkan ke troli. Aku melihat handphone. Kami tepat di Bandara pukul 00:01 WIB. Tidak seperti saat pertama aku menghantar Gol A Gong ke Bandara Soekarno-Hatta bisa foto bersama. Kali ini, rasanya terburu-buru sekali. Dadaaa.. Mas Gong, Rudi, dan Taufik. Semoga selamat selalu.*
Kami pulang 00:01

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==