Begitu juga tokoh antagonis, pasti ada sesuatu yang menyebabkannya menjadi jahat.
Nah, sisi ini sering dilupakan. Kita sering menampilkan tokoh jahat murni dengan kejahatan dan sisi gelapnya yang paling dalam kalau perlu hingga menembus magma.
Tetapi penulis sering lupa sisi kemanusiaan bahwa ada kemungkinan ia bisa berubah menjadi baik. Jika tidak ditakdirkan berubah pun setidaknya ia memiliki kebaikan.

Karakter Joker dalam film versi terakhir yang diperankan dengan hebat oleh Joaquin Phoenix, misalnya digambarkan begitu jahat. Kenapa bisa jahat? Ternyata ada banyak sebab yang melatarbelakangi sifat jahatnya itu. Apakah dia berubah menjadi baik pada akhirnya? Dalam film itu tidak, dia menikmati sanjungan ketenaran atas kejahatan.

Harus diingat kita membicarakan sifat manusia, ya. Bukan setan atau dedemit. ![]()
![]()
Penokohan karakter antagonis ini tidak harus berupa manusia, tapi bisa juga berwujud binatang atau benda. Cobalah cari sendiri contoh dalam buku atau film.
Tokoh antagonis ini mendapat tempat eksplorasi lapang dalam sebuah novel. Desember 2020 ini ada kelas novel, silakan japri jika tertarik. Biayanya Rp. 1 juta. Ada enam kali pertemuan, belajar novel dari dasar.

Kapan lagi belajar langsung via WA group dengan Gol A Gong, penulis Balada Si Roy.
(Tias Tatanka)


