•“Ya Allah, sukseskan aku jadi penulis. Jika aku sukses, maka akan aku bangun tempat untuk anak-anak muda belajar jurnalistik, sastra, dan film di masa depan. Tempat seperti Ali Sadikin bangun di Jakarta, yaitu gelanggang remaja.”

Itulah do’aku kepada Allah SWT saat kelas 1 SMA, 1981. Ketertarikanku pada dunia jurnalistik, sastra, dan film tidak terfasilitasi oleh Serang yang saat itu masih jadi kabupaten, bagian dari Provinsi Jawa Barat.

Alhamdulillah, doaku dikabulkan Allah SWT. Aku diberi-Nya kesuksesan sebagai penulis. Sejak 1998 berdadma istri tercinta – Tias Tatanka dan para sahabat, membangun pusat belajar bernama Rumah Dunia. Hingga sekarang dengang 3 disiplin ilmu jurnalistik, sastra, dan film, Rumah Dunia masih bertahun di tengah carut-marutnya birokrasi Banten yang korup.



