Di sesi selanjutnya Paman Gong bercerita dengan sesekali berinteraksi dengan anak-anak, menanyakan benda-benda yang ada di sekitar rumah mereka.

“Kalau di dapur ada apa saja?” tanya Paman Gong pada anak-anak. Anak yang berani maju dan menjawab kemudian diberi hadiah dari dalam Celemek Ajaib Paman Gong. Namanya anak usia 3-5 tahun, perlu mengingat-ingat. Paman Gong memandu anak-anak agar bisa menjawab.

“Di dapur itu Entaf makan, ya. Nah, makan pake apa?” Paman Gong membantu memberi petunjuk.
“Piring!” Entaf yang tadi gugup dan bingung menjawab senang.
“Temennya piring?”
“Sendok!”
“Temennya sendok?”
“Garpu!”

Kemudian Antaf mengambil hadiah dari dalam Celemek Paman Gong. Dengan dialog seperti ini, Paman Gong mengajak anak-anak balita itu berani berbicara dan menganalisis “dapur”.

“Ini mengenalkan ketrampilan mendengar dan berbicara,” kata Paman Gong. “Kalau anak-anak oleh orangtuanya dilatih tiap hari untuk berpikir kris dari hal-hal kecil, insya Allah, anak-anak kita di masa depan akan kompetitif.




[…] Pos SebelumnyaSebelumnya Kado Lebaran Rumah Dunia Bersama Sekolah Enuma Bahasa Indonesia […]