Oh, ya. Sebelum kita mulai, saya ingin memberi tahu, bahwa teknik menulis cerpen dinamis tidak lagi dengan gaya bahasa berbunga-bunga atau penggunaan deskripsi yang pasif. Cerimis melibatkan tokoh di setiap paragrafnya dan selalu menimbulkan konflik. Denan cara seperti ini, karakter tokoh muncul dan hadir pada pembacanya.
Kita coba dari peristiwa “bulan purnama di kuburan ya”.
Contoh kalimat yang membosankan, tidak melibatkan tokoh:
Cahaya purnama berpendar ke seluruh pekuburan itu.
Contoh kalimat dinamis, melibatkan tokoh:
Aku membalik dan bersender ke batu nisan, merapatkan geraham yang mulai beradu, ketika cahaya purnama memperjelas bayangan itu, yang kini pelan-pelan jubah hitamnya mulai berada di atas kepalaku.
Nah, dari dua kalimat di atas, apa yang kamu rasakan? Tentu berbeda rasanya, ya. Jika masih bingung, sila kontak Tias Tatanka untuk “Kelas Menulis Online Cerpen Dinamis Bersama Gol A Gong”. Waktunya boleh kamu tentukan sendiri. Kelas harus 20 orang. Boleh komunitas, group atau sekolah. Biaya Rp. 50 ribu/orang.
Oke, sekarang mri kita membuat kalimat versi kamu dengan “bulan purnama di kuburan” di kolom komentar, ya. Ayo!



