“Kamu sudah punya komitmen dengan BI, tapi jangan sampai lalai dan menganggap Kelas Menulis main-main!” ucap Gol A Gong diawal acara untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta yang hadir. “Kalian yang hadir ini adalah orang-orang pilihan. Kalian beruntung.”

Selain itu, Gol A Gong juga bercerita tentang pengalaman para relawan Rumah Dunia, yang memiliki kepandaian menulis hasil dari konsisten untuk belajar. “Abdul Salam, sebagai Presiden Rumah Dunia, terlahir dari keluarga petani, namun bisa menjadi seorang penyair nasional,” lanjut Gol A Gong yang merupakan Duta Baca Indonesia periode 2021-2025.

Acara berjalan dengan khidmat, para peserta mendengarkan penjelasan Gol A Gong dengan seksama. Salah seorang mahasiswi yang berasal dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Wahdiyatun Yulianti menceritakan kesusahannya dalam menulis.
“Saya kebingungan antara membuat narasi dan dialog dalam menulis ceritanya,” ujar Wahdiyatun kepada Gol A Gong. Lebih lanjut, ia juga menceritakan susahnya mencari data primer, sebagai literatur untuk menuliskan tokoh ulama yang akan ditulis, yaitu Syaikh Rako dan Syaikh Kara.


