Meski jarang mengunjunginya, Inacraft bagiku adalah magma. Di dalamnya aku menemukan banyak ide baru dan semangat berkarya. Aku sedang duduk di tangga mengamati orang-orang yang lalu lalang di depanku. Tangga ke atas menuju sebuah cafe, sedang lantai bawahnya adalah food bazaar.

Aku sudah beli es coklat dan roti di food bazaar, lalu cari tempat nongkrong yang asyik sambil menulis ini. Jika bersama hubby, beliau akan mengajak ke cafe di lantai atas itu, tentunya harganya beda dengan sajian di food bazaar. Hubby selalu memikirkan yang terbaik untuk keluarga, semampu ia dapat melakukannya. Beda denganku saat jalan sendiri, aku mencari yang murah, enak, nggak ribet, praktis, dan bebas di mana menikmati makanan.

Maka di sinilah aku duduk di tangga sendirian, menyeruput es coklat dan roti. Aku belum begitu lapar, tadi setelah turun dari shuttle bus dari Serang, aku dn anakku makan pagi yang terlambat. Kami makan chicken teriyaki sampai punya ide nanti pesannya satu porsi saja, tambah nasi satu lagi. Hahaha. Kami memang tidak biasa sarapan dengan porsi sebanyak itu.

Tadi aku sempat rehat di kursi depan panggung utama Inacraft. Ada grup band Groovy Nite memainkan beberapa lagu yang sebagian besar kukenal. Aku menikmatinya sambil membaca draft naskah di laptop. Begitu band turun panggung, aku pun ikut berlalu dan kembali berkeliling stand-stand.

Kulihat mayoritas stand diisi pelaku usaha fashion dan garmen. Lainnya adalah suvenir, perhiasan, dan tas.


