Lebaran 1 Syawal 1446 H yang jatuh pada Senin 31 Maret 2025, kami memutuskan di Kota Jakarta. Si sulung punya rezeki dari kantornya. Kami “mudik” ke Jakarta, sementara yang di Jakarta mudik ke Jawa. Salat ied di Masjid Ghoiru Jami, Jl. Jaksa, Jakarta Pusat. Memang tidak komplet, karena putra kedua kami tidak pulang dari Abu Dhabi – dia mau umroh bersama istrinya.



Sejak muda Jl. Jaksa adalah pilihan. Saya merasa nyaman menginap di sini. Ibarat Malioboro di Yogyakarta. Ke mana-mana dekat, terutama ke jalan Sabang dan Monas. Apalagi sekarang sebagai Duta Baca Indonesia, jika ada urusan ke Perpustakaan Nasional RI di Salemba atau Merdeka Selatan, sangat dekat dan mudah dijangkau.


Saya masuk ke masjid sekitar pukul 06.30 WIB. Saya taksir sekitar 200 orang jamaah. Tadinya kami mau salat ied di masjid Istiqlal, tapi ketika mendengar harus mulai standby sejak subuh, kami batalkan. Kami pilih yang dekat hotel saja.


Setelah salat Ied, saya ikut bersalaman. Kemudian kembali ke hotel, saling memaafkan dengan istri dan ketiga anak – si sukung, putra ketiga, dan si bungsu. Saya semakin menyadari bahwa keempat anak kami sudah memilih jalan hidupnya. Saya dan istri selalu mendukung pilhan mereka. Kami mengucapkan selamat lebaran, mohon maaf lair dan batin, ya.
Gol A Gong



