Hal itu juga saya rasakan selama menjadi relawan Rumah Dunia. Lingkungan yang dipenuhi buku, berbicara literasi, diarahkan untuk menulis, dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya, membuat saya tidak tumpul untuk memunculkan ide-ide baru. Proses itu terjadi karena lingkungan yang mendukung untuk bergerak dan berkembang menjadi manusia yang bermanfaat.

Senada dengan itu, saya jadi ingat hadist Rasulullah yang berbunyi: “Perumpamaan teman yang baik dan yang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak wangi dan tukang pandai besi. Pembawa minyak wangi, boleh jadi dia memberimu misik, kamu membeli darinya, atau paling tidak kamu mendapatkan harum semerbak dari pembawa minyak wangi. Adapun tukang pandai besi, boleh jadi bajumu terbakar karenanya, atau kamu mendapatkan bau busuk darinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Apalagi di zaman sekarang, pergaulan yang bebas mempengaruhi psikis dan mental seseorang. Jika kita tidak cermat untuk memilih mana hal baik dan buruk, maka bisa mengancam masa depan seseorang. Bagi anak muda, tempat-tempat baik bisa datang ke majlis ilmu, pengajian, karang taruna, taman baca masyarakat (TBM), atau sebagainya, sesuai dengan tempat tinggal.

Jangan sampai salah pergaulan!
Ingat, masa depanmu adalah apa yang kamu kerjakan hari ini.


