Literasi Keluarga: Kom – Uni – Aksi

Dalam banyak hal kami lebih mudah menyepakati, boleh dibilang diskusi sebentar lalu ada titik temu. Setelah itu ya tinggal menjalankan rencana. Tidak banyak diskusi yang berhiaskan drama, beda pendapat selalu ada, tapi jarang sekali sampai ribut.

Kalaulah ada drama kecil, biasanya karena aku sedang pengin manja, lagi pengin dimanja, pengin berduaan dengan dirinya. Hahaha. Silakan yang mau nyanyi. 👍

Minimnya drama itu mungkin karena cara hubby saat menyampaikan idenya. Sekecil apa pun ide, akan dikatakan. Entah akan lanjut atau tidak, yang penting diobrolin. Hubby bahkan nggak peduli kalau ide itu kemudian diambil orang lain. Buat beliau, selama masih jadi ide, banyak orang juga punya ide yang sama. Lain jika sudah menjadi konsep, lebih detil lagi rancangannya, di sini mulai bisa dibedakan mana perancang, mana peniru.

Jadi setiap kali punya ide, hubby bilang ke aku, nanti cerita lagi ke orang-orang. Aku memberi tanggapan, begitu pun orang-orang, dari situ ketahuan reaksi minimal atas sebuah aksi jika dijalankan. Ada kalanya aksi berlanjut jadi sebuah kegiatan, kadang juga hanya sebatas ide dan konsep karena ketiadaan tenaga dan sumber daya, atau karena waktu belum tepat.

Sulitnya, jika kami berdiskusi di forum yang sama. Aku terutama, tidak bebas mengkritik pendapat hubby, sedangkan beliau biasanya pro aktif dalam sebuah diskusi. Jadi aku suka memilih tidak aktif dalam diskusi tersebut. Bukan apa-apa, selain tidak ingin terkesan ribut antar suami istri, aku juga harus menjaga marwah beliau sebagai suami.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==