Bagaimana pun, nggak ada suami yang suka pendapatnya didebat istri sendiri di depan umum. Percayalah, aku sudah membuktikan berkali-kali, meski soal pekerjaan, efeknya akan terbawa sampai rumah. ![]()

Untuk hal-hal begini, biasanya kami bicarakan dulu berdua. Semua ide hubby dan tanggapanku harus sudah selesai sebelum ‘debut’ di depan orang lain.
Aku yang sering keras kepala bisa mendebat dan bertanya lebih dulu, sedangkan hubby punya kesempatan latihan presentasi dengan aku sebagai teman bertanding. Maksudnya, aku bisa mendengar dan menanggapi dari sisi pro dan kontra. Aku tuh kadang secara spontan memosisikan diri sebagai haters di luar sana.

Kadang kita lupa, ada yang memandang dari sisi jauh dan keliru, tapi justru di situ celah sebuah ide. Itulah PoV haters, sudut pandang orang yang anti, yang membenci, dan selalu mencari kelemahan orang lain.
Pasti nggak enak kan, dipandangin istri dari celah sini?
Nah di situ letak keributan kecilnya. Kadang hubby kesal, belum apa-apa aku sudah pasang posisi PoV haters.
Bukan apa-apa, dengan begitu, beliau bisa menyiapkan konsepnya lebih lengkap, insyaallah.

Begitulah kenapa perlu ada Kom, Uni, dan Aksi. Kom bisa diartikan, “Come, come, mari kita ngobrol!”
Uni artinya “Oke ya, udah ini bisa disepakati?”
Aksi ya tahu sendiri lah, saat untuk diwujudkan idenya.
Apakah selalu lancar? Ya nggak juga lah ya, dalam uni dan aksi masih suka ada beda pendapat. Solusinya, ya Kom-Kom itu tadi. ![]()
Sehat-sehat semuanya! ![]()


