Literasi Sains Sampah Organik ke Eco Enzym ala Warga Kampung Ciloang Kota Serang

Selain itu, eco enzym yang diolah dari sampah organik seperti sisa kulit buah-buahan ternyata bisa menjadi solusi yang bermanfaat baik untuk kesehatan, kebersihan dan kesuburan tanaman.

Mahsunah sedan memaparkan eco enzym

“Eco Enzym ini banyak banget manfaatnya, saya ngepel lantai pakai eco enzym, lantainya jadi kinclong. Semua jenis tanaman di kebun saya jadi subur saat disiram cairan ini. Terus, dulu suami saya pernah kena penyakit gatal-gatal, setelah mandi pake cairan eco enzym, alhamdulillah penyakitnya sembuh,” jelas Mahsunah saat diwawancarai golagongkreatif.com .

Serifikat untuk Mahsunah dari Tias Tatanka

Sementara itu, Mahsunah juga membagikan komposisi cara membuat eco enzym bagi pemula. Menurutnya, prinsip yang utama jangan pernah jijik terhadap sampah organik punya sendiri. Begitulah literasi sains, melakukan percobaan bahkan dari bnda-benda yang kotor dan menjijikan.

“Dalam kurun waktu empat belas hari saat membuat eco enzym, bila terlihat ada jamur putih, busuk atau ada ulatnya, jangan risau. Itu bukan berarti gagal. Solusinya, eco enzymnya harus dijemur selama 3 hari juga ditambah lagi gula merahnya, sebanyak takaran awal,” terangnya.

Suasana literasi sains di Rumah Dunia

Tias Tatanka menerangkan, pelatihan eco enzym yang diselenggarakan Rumah Dunia ini merupakan ikhtiar pemberdayaan perempuan agar lebih peduli terhadap lingkungan—terus bertindak kreatif dan inovatif.

“Ini termasuk literasi sains ala Rumah Dunia,” Tias tersenyum.

Awalnya Tias sering membaca status-status Mahsunah di Facebook. “Saya sering lihat Mahsunah mengelola sampah organik jadi eco enzym. Lalu saya saling komentar di facebook. Setelah itu kami rencanakan untuk memberi pelatihan membuat eco enzym untuk ibu-ibu warga Kampung Ciloang, di Rumah Dunia,” cerita Tias Tatanka.

Untuk mempermudah akses belajar membuat eco enzym, Sauni sebagai peserta pelatihan berharap ada keberlangsungan dalam praktik pembuatan eco enzym.

Sauni berjilbab biru dan Aeni. Mereka generasi pertama Rumah Dunia

“Setelah pelatihan ini, sebaiknya dibuatkan grup Whats App. Nah, di grup WA itu, tugas mentor mendampingi ibu-ibu yang berproses membuat eco enzyim. Kalau saya lupa, enak tinggal tanya saja di grup WA,” pungkasnya. (Sejo) *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==