Sudahkah Anda menulis puisi?
Atau hanya merayakannya saja?
MATI BERKALI-KALI
Aku telah mati berkali-kali sebelum kau datang. Matahari kau simpan di balik jendela. Katamu, “Kau tinggal membukanya jika sedang rindu.”

Aku telah mati berkali-kali tapi tidak pernah dikuburkan. Matahari kau sembunyikan setelah hujan reda. Katamu, “Kau tinggal melukisnya jika rindu pelangi.”
Aku telah mati berkali-kali sebelum kau meniupkan terompet. Matahari di atas kepala. Katamu, “Kali ini kau akan dikuburkan bersama-sama.”


