Mengapa Harus Ada Hari Disabilitas Internasional?

Kemudian, apakah hak-hak saya sebagai warga negara Indonesia terpenuhi sebagai orang cacat? Saya kira di era orde baru secara umum: iya. Secara khusus: belum. Misalnya untuk pendidikan, saya bisa beradptasi. Tapi untuk hal pembuatan SIM mobil, ada kendala. Untuk jadi PNS, juga tidak bisa. Tapi saya cenderung tidak peduli dengan itu semua.

Saya tidak ingin terpuruk atau meratapi nasib. Saya bertarung dengan kehidupan yang keras ini. Itulah mengapa, saya bisa bertahan dan mencapai fase (Duta Baca Indonesia) sebagai orang cacat. Alhamdulillah. Apakah karena saya memiliki mental bersaing yang tinggi? Bisa jadi, karena Bapak dan Emak menyiapkan saya untuk bisa bertahan hidup di masa depan. Tentu support lingkungan yang kondusif. Barangkali juga karena saya menganggap diri saya tidak cacat: hanya kehilangan beberapa kilo daging saja.

Saya bersaing dengan teman-teman yang bertubuh sempurna. Saya menjalani training atau pelatihan mental versi Bapak dan Ema, yaitu setiap subuh lari pagi dan latihan badminton, di waktu luang membaca buku, dan sebelum tidur mendengarkan dongeng. Itu saya lakukan hingga kuliah, 1982-85.

Dengan melakukan 3 hal tadi, saya mendapatkan banyak pahalanya. Tubuh sehat, berwawasan luas, terbuka, bisa berdamai dengan diri sendiri dan lingkungan, dan meraih prestasi. Saya meraih 5 emas cabang olahraga badminton di ASIAN Para Games, 1985-89. Saya sudah menulis 126 buku. Dan kini jadi Duta Baca Indonesia 2021-2025.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==