Kemudian bagaimana nasib orang-orang cacat yang lain? Apakah hak-ha mereka dipenuhi oleh negara? Saya membayangkan saudara-saudara kita yang tuna nerta, CP, tuna rungu, dan down syndrome. Mereka tentu membutuhkan perhatian lebih dibanding saya yang masih bisa melihat, bisa berlari, bisa berbicara, dan bisa mendengar.


Dikutip dari artikel detiksumbagsel, “Hari Disabilitas Internasional, Sejarah dan Tema Peringatan 2023” selengkapnya https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7068845/hari-disabilitas-internasional-sejarah-dan-tema-peringatan-2023, Hari Disabilitas Internasional ditetapkan pada 3 Desember tahun 1992. Peringatan ini lahir melalui resolusi Majelis Umum PBB 47/3.


Latar belakang terbentuknya peringatan ini dilandasi oleh niat yang tulus untuk memajukan hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas. PBB bertekad ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap penyandang disabilitas.

Selain itu, PBB juga menginginkan masyarakat dunia memahami situasi dan kondisi yang dihadapi penyandang disabilitas. Sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang setara, baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya maupun politik.


