Di kegiatan ini juga, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengenalkan makanan khas daerahnya. Beruntung, aku bisa mewakilkan teman-teman dari Banten untuk mempresentasikan makanan daerah.
Berhubung waktu yang diberikan hanya 10 menit, aku mengenalkan 6 makanan khas Banten. Tiga makanan berat, 3 makanan ringan. Aku pilih dari yang paling terkenal dan yang paling enak menurutku.

Untuk makanan berat, aku kenalkan rabeg, nasi sumsum dan sate bandeng. Sedangkan makanan ringan aku kenalkan rengginang, cucur dan jejorong.
Selain rasanya yang aku deskripsikan, aku jelaskan juga sedikit sejarah tentang makanan tersebut. Terutama rabeg dan sate bandeng yang merupakan makanan raja pada masa kerajaan Banten.
“Rabeg ini terbuat dari daging kambing yang diolah menjadi sangat empuk, gurih, manis dan sedikit pedas,” kataku menjelaskan.

Walaupun dulunya rabeg adalah makanan kerajaan. Namun, sekarang siapapun bisa menikmatinya. Penjual rabeg sangat mudah ditemui di sekitaran Royal, Kota Serang.
“Kuahnya yang kental dan kaya akan rempah-rempah akan menggoyang lidah siapa saja yang mencobanya,” kataku mencoba mendeskripsikan rasanya.


