Sebagai penulis, situasi dan kondisi ini tantangan. Fenomena yang membuat para penulis semakin bergairah mencari dan menemukan ide. Proses syuting film Balada Si Roy ini menghidupkan lagi ide-ide segar tentang banyak rencana novel Balada Si Roy Prekual atau spin off tokoh-tokoh lainnya seperti Dullah dan Ani si Dewi Venus.

Balada Si Roy Prekuel pelan-pelan saya tulis. Novel ini terasa istimewa karena puisi pembukanya ditulis para pembaca Balada Si Roy garis keras. Juga semakin istimewa karena ditulis di era pandemi Covid-19 dan belitan medsos yang bukan sekadar menggoda tapi membelit bagai ular piton.
Saya tidak kehabisa akal. Saya pindah markas, tidak lagi menulis di Museum Literasi Gol A Gong dimana fasilitas Indihome mudah. Saya mengungsi ke beranda rumah yang jauh dari jangkauan internet. Jika jenuh menulis, saya tata kembali rumah dengan “merevitalisasi” tanaman hias. Ibarat krokot yang mulai berbunga, saya merasa novel Balada Si Roy Prekuel ini juga – insya Allah – akan berbunga pada waktunya nanti. (Gol A Gong)


