Menulis Novel Lelaki di Tanah Perawan Saat Covid-19

Saya ngat, menulis sejak 20 Maret hingga 5 Juni 2020. Sehari antara 5-10 halaman. Tapi ini bukan berarti saya duduk di depan laptop lalu mengetik. Saya tetap melewati 3 fase menulis : riset, menulis, dan swa sunting. Riset sudah saya lewati, bertahun-tahun; saya melakukan riset lapangan dan sekarang ditambahi dengan riset pustaka (sambil menulis).

Draft pertama harus akhir Maret 2020 selesai. Awal April 2020 swa sunting. Tentu akan ada revisi dengan mengacu ke unsur intrinsik. Satu-satu saya akan merevisinya. Urutannya dari mulai judul, tema, sinopsis, setting lokasi dan waktu, karakter tokoh, dialog, konflik, diksi dan majas, serta ending.

Di setting lokasi dan waktu, saya akan memasukkan unsur tradisi, budaya, mitos, kuliner, agama, dan situasi negeri kekinian. Antara tradisi dan modernisasi saya benturkan di sini.

Alhamdulillah, rampung novelnya. Sempat dimuat bersambung di platform digital: storial.com. Kini sedang dibaca oleh sebuah penerbit. Jika jodoh, ya diterbitkan. Jika tidak, ya, menulis lagi.

Selamat menulis, teman-teman. Ingat, jangan banyak alasan dan mengaku penulis jika tidak menulis.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==