Ngopi  Pinggir  Jalan di Ayo Ngopi Nagi Larantuka

Namun sesungguhnya, anak-anak muda Larantuka  hari ini juga banyak yang memiliki  kemampuan  dan potensi  untuk bisa memajukan  kota lewat aktivitas  kreatif.

Aldi dan Yoris – dua pemuda  dari dua komunitas  yang  berbeda yang tergabung dalam koalisi  Kopi, contoh yang ingin memajukan Larantuka. 

Yoris dan Aldi mencoba peruntungan dengan membuka kedai Kopi sederhana  di pinggir  jalan  Sarotari, persis di depan sekretariat  Simpasio  Institute. Untuk mengawali usaha, mereka meminjam tempat Art Shop Simpasio.

Yoris dan Aldi merintis usaha ini agar teman-teman komunitas  dapat berkumpul  dan bertukar pikiran,  berdiskusi  ringan.

Malam itu, saat saya saya datang ada Albert dari komunitas  Trash Hero , Mafer dari Sahara dan Titin dari Simpasio. Sambil ngopi mereka berdiskusi  ringan tentang isu kota yang mengabaikan  permasalahan  sampah sehingga kota nampak kurang bersih.

Kata Albert dari Trans Hero, “Kami nggak cuma duduk ngopi dan berdiskusi. Anak-anak muda yang kreatif harus punya sikap kritis. Itu sangat penting untuk sebuah kemajuan  kota.”

Malam di pinggir  jalan itu meninggalkan  pertanyaan-pertanyaan  yang tak mesti diselesaikan  malam itu.

Albert menambahkan, “Kedai ‘Ayo Ngopi Nagi’ ini bisa kita jadikan  alternatif  untuk anak-anak muda yang ingin mencari inspirasi,  bertukar pikiran  bersama para pengiat komunitas  yang ada di kota Larantuka. Datang ke sini, ya!” (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==