Orakadut: Jangan Pilih si Anu, ya!

“Okeh! Dengerin, ya. Calonnya ada tiga, ya! Gampang! Lacak jejak rekamnya. Tapi kalau mau dengerin omongan saya, jangan pilih si anu!”

“Lho!”
“Jangan sebutin nama, Orakadut!”
“Iya! Krterianya aja!”
“Tapi, ya biarin. Kita tanya aja, kenapa wong gendeng ini nyuruh kita jangan milih si anu!”
“Iya. Kenapa jangan milih di anu, Orakadut!”
“Mau tahu?”
“Iya!”
“Cepetan!”
“Saya videoin, ya!”
“Viral, nih!”

“Oke, gini! Kenapa jangan milih si anu? Soalnya saya tahu banget! Kami dulu sama-sama kuliah di kampus yang sama! Kalau lagi makan siang tuh, si anu suka dar ma ji!”
“Apa itu dar maji, Orakadut!”
“Weleh, dar ma ji aja ora ngerti!”
“Payah!”
“Ya, opo?”
“Naon eta!”
“Kami ini gen millenial!”
“Kami gen Z. Nggak ngerti itu diksi-diksi jadul!”

“Gini, saya terangkan, ya! Menurut filsuf Aristolagong, secara etimologis, diksi ‘darmaji’ itu muncul dari perilaku mahasswa rantau yang kiriman uang saku dari kampung seret! Jadi ‘darmaji’ itu akronim dari ‘dahar lima ngaku siji’. Makan lima tahu, ngakunya satu! Itu embrio perilaku korupsi!”

“Oh, itu namanya balada anak kos!”
“Aku waktu mahasiswa ‘darmaji’ juga!”

“Kalau aku malah nggak bayar, kabur!” Orakadut tertawa dan menari-nari layaknya orang gila. Moda transportasinya berupa kedelai, ikut menari-nari mengikui tuannya.

Semua orang kampung yang sedang mengikuti orasi budaya Orakadut juga ikut menari-nari. (*)

Braga, Bandung 6 September 2023
Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==